Pusat Bimtek

Bimbingan Teknis (BIMTEK) Perencanaan Kebutuhan Pegawai Berbasis Analisis Jabatan dan Beban Kerja

1. Latar Belakang

Dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi tata kelola sumber daya manusia, instansi pemerintah maupun perusahaan perlu melakukan perencanaan kebutuhan pegawai yang tepat, akurat, dan terukur. Perencanaan kebutuhan pegawai tidak hanya bertujuan memenuhi jumlah pegawai yang sesuai, namun juga memastikan adanya kesesuaian antara beban kerja, kompetensi, dan analisis jabatan.

Analisis Jabatan (ANJAB) dan Analisis Beban Kerja (ABK) merupakan dasar utama dalam penyusunan formasi pegawai yang objektif serta menghindari terjadinya ketidakseimbangan distribusi pegawai. Oleh karena itu, diperlukan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perencanaan Kebutuhan Pegawai berbasis Analisis Jabatan dan Beban Kerja sebagai langkah strategis untuk memperkuat manajemen kepegawaian modern.

2. Tujuan

  • Meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep dan pentingnya perencanaan kebutuhan pegawai berbasis ANJAB dan ABK.

  • Membekali peserta dengan keterampilan teknis dalam melakukan penyusunan analisis jabatan dan analisis beban kerja.

  • Memberikan pedoman dalam penyusunan kebutuhan pegawai yang efektif, efisien, dan sesuai regulasi.

  • Mendukung terwujudnya manajemen SDM aparatur dan perusahaan yang lebih profesional, akuntabel, dan berbasis kinerja.

3. Sasaran

  • Tersedianya sumber daya manusia yang mampu menyusun dan mengimplementasikan perencanaan kebutuhan pegawai berbasis ANJAB dan ABK.

  • Terwujudnya data kebutuhan pegawai yang valid, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

  • Optimalisasi perencanaan formasi pegawai sesuai dengan beban kerja organisasi.

4. Peserta

Peserta kegiatan adalah:

  • Pejabat struktural/penanggung jawab kepegawaian,

  • Staf/pegawai pengelola administrasi kepegawaian,

  • Tim penyusun ANJAB dan ABK,

  • Aparatur/perusahaan yang terkait dengan manajemen SDM.

5. Materi BIMTEK

  1. Kebijakan dan regulasi terbaru terkait perencanaan kebutuhan pegawai.

  2. Konsep dasar dan metode Analisis Jabatan (ANJAB).

  3. Konsep dasar dan metode Analisis Beban Kerja (ABK).

  4. Integrasi hasil ANJAB dan ABK dalam penyusunan kebutuhan pegawai.

  5. Praktik penyusunan dokumen kebutuhan pegawai berbasis ANJAB dan ABK.

  6. Studi kasus dan simulasi perhitungan kebutuhan pegawai.

6. Metode Pelaksanaan

7. Narasumber

Narasumber berasal dari:

  • Kementerian PANRB, BKN, atau lembaga terkait,

  • Akademisi/praktisi kepegawaian dan manajemen SDM,

  • Konsultan SDM yang berpengalaman dalam ANJAB dan ABK.

8. Waktu dan Tempat

  • Hari/Tanggal: (disesuaikan)

  • Waktu: (disesuaikan)

  • Tempat: (disesuaikan, bisa hotel/instansi/online)

9. Hasil yang Diharapkan

  • Peserta mampu menyusun analisis jabatan dan analisis beban kerja dengan benar.

  • Tersusunnya draft kebutuhan pegawai sesuai dengan data ANJAB dan ABK.

  • Peningkatan kapasitas pengelola SDM dalam perencanaan kebutuhan pegawai.

10. Penutup

Melalui kegiatan Bimtek ini, diharapkan para peserta memiliki kemampuan yang memadai dalam merencanakan kebutuhan pegawai berbasis Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja sehingga tercapai pengelolaan SDM yang lebih efektif, profesional, dan berorientasi pada kinerja organisasi.

Sumber Link: Bimbingan Teknis (BIMTEK) Perencanaan Kebutuhan Pegawai Berbasis Analisis Jabatan dan Beban Kerja

author-avatar

Tentang Pusat Diklat Pemerintahan

LINKEU PEMDA merupakan lembaga penyelenggara kegiatan pendidikan, pelatihan, bimbingan teknis, in-house training dan outbound training untuk instansi pemerintahan daerah maupun instansi lainnya seperti BUMN, BUMD, maupun rumah sakit serta perseroan terbatas yang berada di lingkungan pemerintah daerah, baik provinsi, kota, maupun kabupaten.