Pusat Studi

Membuat Dashboard KPI Keuangan di Excel – PSKN

Dashboard KPI (Key Performance Indicator) keuangan di Excel adalah alat strategis untuk memantau performa bisnis secara real-time, membantu pengambil keputusan memahami kondisi keuangan perusahaan secara cepat dan akurat. Dengan penguasaan teknik Excel tingkat lanjut, Anda dapat membangun dashboard yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga kuat dalam analisis data.

Artikel ini membahas panduan lengkap membuat dashboard KPI keuangan di Excel — mulai dari perencanaan data, penggunaan rumus, visualisasi, hingga otomasi. Pembahasan ini juga berhubungan erat dengan pelatihan lanjutan yang dapat Anda temukan di  Training Advanced Excel for Finance: Analisis, Pivot Table, dan Dashboard Profesional


Mengapa Dashboard KPI Keuangan Penting

Dashboard KPI Keuangan membantu organisasi dalam:

  • Mengukur kinerja finansial terhadap target.

  • Memantau tren pendapatan, pengeluaran, dan laba secara visual.

  • Mendeteksi anomali keuangan dengan cepat.

  • Menyajikan data kompleks dalam format ringkas dan mudah dipahami.

  • Mendukung pengambilan keputusan strategis berdasarkan data (data-driven decision making).

Dashboard yang efektif tidak hanya menampilkan angka, tetapi juga menyajikan cerita di balik data tersebut.


Pelajari cara membuat Dashboard KPI Keuangan di Excel secara profesional, lengkap dengan langkah, formula, dan visual yang menarik untuk analisis keuangan.

Komponen Penting dalam Dashboard KPI Keuangan

Sebelum membangun dashboard, tentukan metrik utama (KPI) yang ingin dipantau. Berikut adalah beberapa KPI yang umum digunakan dalam keuangan:

Kategori KPI Utama Tujuan Pemantauan
Likuiditas Current Ratio, Quick Ratio Mengukur kemampuan membayar kewajiban jangka pendek
Profitabilitas Net Profit Margin, ROA, ROE Menilai efisiensi dan keuntungan perusahaan
Solvabilitas Debt to Equity Ratio, Interest Coverage Menilai risiko keuangan dan struktur modal
Aktivitas Inventory Turnover, Receivable Turnover Menilai efektivitas penggunaan aset
Pertumbuhan Revenue Growth, EBIT Growth Melihat tren pertumbuhan dan ekspansi bisnis

Setiap organisasi dapat menyesuaikan KPI sesuai kebutuhan, misalnya untuk sektor publik dapat memantau rasio realisasi anggaran, efektivitas belanja, dan efisiensi kas (lihat juga sumber dari Kementerian Keuangan RI).


Persiapan Data untuk Dashboard

Langkah pertama adalah menyiapkan data mentah secara rapi dan terstruktur.

Langkah-langkah:

  1. Kumpulkan data keuangan dari laporan laba rugi, neraca, dan arus kas.

  2. Gunakan format tabel Excel (Insert → Table) agar mudah diolah.

  3. Bersihkan data: hapus duplikasi, pastikan format tanggal & angka seragam.

  4. Pisahkan data mentah dan data hasil olahan ke dalam sheet yang berbeda (misal: Data_Raw, Pivot, Dashboard).

Contoh struktur data mentah:

Bulan Pendapatan Biaya Operasional Laba Bersih Aset Liabilitas
Jan 2025 120.000.000 80.000.000 40.000.000 500.000.000 200.000.000
Feb 2025 125.000.000 83.000.000 42.000.000 505.000.000 195.000.000

Menggunakan Fungsi Excel untuk KPI Keuangan

Excel menyediakan banyak fungsi untuk menghitung KPI secara otomatis. Berikut contoh rumus yang bisa digunakan:

KPI Rumus Excel Keterangan
Net Profit Margin =Laba_Bersih/Pendapatan Mengukur efisiensi keuntungan
ROE (Return on Equity) =Laba_Bersih/(Aset-Liabilitas) Mengukur imbal hasil terhadap modal sendiri
Current Ratio =Aset_Lancar/Kewajiban_Lancar Mengukur kemampuan membayar kewajiban jangka pendek
Debt to Equity Ratio =Total_Liabilitas/Modal Mengukur struktur pendanaan perusahaan

Gunakan format persen (%), dua angka desimal, dan pastikan setiap KPI ditulis di tabel terpisah agar mudah dipanggil dalam visualisasi dashboard.


Membuat Pivot Table untuk Analisis Keuangan

Pivot Table merupakan pondasi utama dalam membangun dashboard keuangan yang interaktif.
Langkah-langkah membuat Pivot Table:

  1. Pilih range data → Insert → PivotTable.

  2. Tempatkan di sheet baru bernama Pivot_KPI.

  3. Drag kolom:

    • Rows: Bulan atau Tahun

    • Values: Pendapatan, Biaya, Laba

    • Filters: Cabang, Produk, atau Departemen

  4. Klik kanan nilai → Show Values As% of Grand Total untuk melihat kontribusi relatif.

  5. Aktifkan Insert Slicer untuk membuat filter visual interaktif (misal: Tahun, Divisi).

Pivot Table juga bisa dihubungkan langsung ke Power Query atau Data Model agar dashboard tetap dinamis saat data diperbarui.


Mendesain Dashboard KPI Keuangan

Tujuan dashboard adalah menampilkan data keuangan secara visual, terstruktur, dan mudah dibaca.
Berikut panduan desain dashboard profesional:

1. Tentukan Struktur Dashboard

  • Bagian atas: KPI utama (card indikator)

  • Bagian tengah: Grafik tren dan analisis perbandingan

  • Bagian bawah: Rincian per segmen (produk, cabang, atau periode)

2. Pilih Elemen Visual yang Tepat

Gunakan jenis grafik sesuai dengan data:

  • Grafik kolom/bar: membandingkan pendapatan dan biaya.

  • Grafik garis: menunjukkan tren waktu.

  • Pie chart: proporsi kategori (misal pengeluaran per divisi).

  • Gauge chart: menampilkan capaian KPI terhadap target.

3. Tambahkan KPI Cards

Gunakan kotak dengan format besar agar angka mudah terlihat:

Gunakan warna:

  • Hijau: capaian baik

  • Kuning: mendekati target

  • Merah: di bawah target

4. Gunakan Conditional Formatting

Sorot data penting otomatis menggunakan:

  • Format warna berdasarkan nilai KPI

  • Ikon panah (naik, turun, tetap) untuk perubahan

  • Warna latar (highlight) untuk nilai ekstrem

5. Gunakan Slicer dan Timeline

Tambahkan fitur interaktif:

  • Insert → Slicer untuk filter wilayah/cabang

  • Insert → Timeline untuk filter waktu
    Dashboard akan lebih dinamis dan responsif terhadap filter pengguna.


Studi Kasus: Dashboard KPI Keuangan Perusahaan Jasa

Latar Belakang:
PT Solusi Finansial ingin memantau kinerja 5 cabangnya di seluruh Indonesia. Data laporan keuangan tiap bulan dikumpulkan dalam satu file Excel.

Langkah Implementasi:

  1. Data Preparation: Gabungkan seluruh data cabang ke satu tabel Power Query.

  2. Analisis KPI:

    • Pendapatan, Biaya, dan Laba per Cabang

    • Margin dan rasio Debt-to-Equity

  3. Pivot Table: Buat ringkasan KPI per bulan dan per cabang.

  4. Dashboard Design:

    • KPI cards di bagian atas: Pendapatan Total, Laba, dan Margin.

    • Grafik tren di tengah: Laba per Bulan.

    • Peta wilayah (opsional) untuk distribusi pendapatan.

    • Filter interaktif: Cabang & Tahun.

Hasil:
Dashboard mampu mempercepat proses analisis dari 3 jam menjadi 15 menit. Manajemen dapat melihat performa cabang yang menurun secara real-time dan mengambil tindakan lebih cepat.


Integrasi Power Query dan Power Pivot

Untuk dashboard yang lebih canggih, integrasikan dua fitur ini:

Power Query

  • Otomatisasi impor data dari berbagai sumber (CSV, database, Excel file).

  • Transformasi data: hapus duplikat, ubah format, atau gabungkan tabel.

  • Data selalu ter-update dengan sekali klik Refresh All.

Power Pivot

  • Membangun relasi antar tabel (data transaksi, master produk, cabang).

  • Menggunakan rumus DAX untuk menghitung KPI lanjutan seperti “Laba YoY Growth” atau “Persentase Realisasi Anggaran.”

Contoh DAX:


Kesalahan Umum dalam Membuat Dashboard

Beberapa kesalahan umum yang sering ditemui:

  • Terlalu banyak visual hingga dashboard sulit dibaca.

  • Tidak memisahkan data mentah dan analisis.

  • Menggunakan warna berlebihan yang mengganggu fokus.

  • Tidak menyiapkan sistem pembaruan data otomatis.

  • Tidak menyertakan indikator target (sehingga KPI tidak terukur).

Solusinya: jaga desain tetap minimalis, fokus pada 4–6 KPI utama, gunakan warna korporat yang konsisten, dan aktifkan koneksi otomatis ke data sumber.


Tips Membuat Dashboard Lebih Profesional

  • Gunakan font modern seperti Segoe UI atau Calibri.

  • Berikan title bar dan legend yang jelas pada grafik.

  • Gunakan Name Manager untuk mempermudah referensi data.

  • Atur ukuran grafik dan tabel agar simetris.

  • Tambahkan logo perusahaan dan tanggal pembaruan otomatis menggunakan fungsi =TODAY().

  • Simpan dalam format .xlsx (tanpa macro) atau .xlsm (jika menggunakan VBA).


Manfaat Strategis Dashboard KPI Keuangan

Aspek Manfaat Utama
Efisiensi Laporan otomatis, hemat waktu pembuatan laporan bulanan
Akurasi Minim kesalahan manual berkat sistem otomatis
Transparansi Data keuangan mudah diakses dan diverifikasi
Pengambilan Keputusan Analisis cepat terhadap tren & deviasi
Profesionalisme Presentasi data lebih menarik dan mudah dipahami

Dashboard KPI Keuangan bukan sekadar alat laporan, melainkan instrumen strategis untuk pengendalian kinerja dan peningkatan efisiensi organisasi.


Hubungan dengan Pelatihan Advanced Excel for Finance

Jika Anda tertarik mengembangkan kemampuan analisis dan visualisasi data keuangan lebih dalam, Anda dapat mengikutiTraining Advanced Excel for Finance: Analisis, Pivot Table, dan Dashboard Profesional
Pelatihan ini dirancang untuk menguasai analisis finansial, pivot lanjutan, serta pembuatan dashboard interaktif dengan teknik profesional dan studi kasus nyata.


FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Apakah Dashboard KPI Keuangan bisa dibuat tanpa Power BI?
Ya, semua elemen seperti KPI cards, grafik, dan slicer bisa dibuat langsung di Excel menggunakan Pivot Table dan Power Query.

2. Apa perbedaan dashboard Excel biasa dan dashboard KPI?
Dashboard biasa hanya menampilkan data, sedangkan dashboard KPI menampilkan indikator performa yang terukur terhadap target.

3. Apakah dashboard Excel dapat diperbarui otomatis?
Ya. Dengan Power Query, Anda dapat memperbarui seluruh data hanya dengan klik Refresh All tanpa mengedit manual.

4. Bagaimana menjaga konsistensi warna dan desain?
Gunakan Theme Colors Excel atau template dashboard agar seluruh grafik dan teks mengikuti gaya yang sama.


Kembangkan kemampuan analisis dan visualisasi Excel Anda untuk menghasilkan insight keuangan yang lebih tajam.
Mulailah dengan membangun dashboard KPI keuangan profesional yang mencerminkan performa bisnis Anda secara nyata.

Sumber Link: Membuat Dashboard KPI Keuangan di Excel – PSKN

author-avatar

Tentang Pusat Diklat Pemerintahan

LINKEU PEMDA merupakan lembaga penyelenggara kegiatan pendidikan, pelatihan, bimbingan teknis, in-house training dan outbound training untuk instansi pemerintahan daerah maupun instansi lainnya seperti BUMN, BUMD, maupun rumah sakit serta perseroan terbatas yang berada di lingkungan pemerintah daerah, baik provinsi, kota, maupun kabupaten.