Bimtek Diklat
Bimtek Strategic Tax Mastery: Optimalkan Perpajakan di Era Coretax 2025-2026
Dalam era digitalisasi dan perubahan cepat pada sistem administrasi perpajakan di Indonesia, para profesional pajak, akuntan, konsultan, maupun pelaku usaha dituntut untuk memiliki pemahaman mendalam dan strategi unggulan. Program Bimtek Strategic Tax Mastery hadir sebagai solusi komprehensif untuk mengoptimalkan perpajakan pada era implementasi Coretax (Sistem Inti Administrasi Perpajakan) yang mulai diterapkan secara nasional pada periode 2025-2026. Artikel ini akan menjadi artikel pilar yang membahas secara menyeluruh: latar belakang, tantangan, strategi, praktik terbaik, contoh kasus nyata, dan panduan implementasi untuk menghadapi perubahan besar dalam administrasi perpajakan ini.
Konteks dan Latar Belakang: Mengapa Perlu Bimtek Sekarang?
Perubahan Sistem Administrasi Perpajakan Indonesia
Reformasi sistem administrasi perpajakan di Indonesia telah berjalan melalui beberapa tahap. Salah satu tonggak penting adalah program pembaruan sistem inti administrasi perpajakan atau PSIAP, yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2018.
Melalui program ini, maka muncul sistem baru yang disebut Coretax (atau juga disebut CTAS – Core Tax Administration System) yang dirancang untuk menggantikan sistem lama dengan proses digital, integrasi data dan layanan yang lebih modern.
Apa Itu Coretax?
Coretax adalah sistem administrasi perpajakan digital terintegrasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Sistem ini mencakup proses utama seperti pendaftaran wajib pajak, pelaporan SPT, pembayaran pajak, pemeriksaan dan penagihan secara terintegrasi.
Menurut artikel resmi DJP, Coretax memungkinkan wajib pajak mengelola kewajiban perpajakannya secara daring tanpa harus mengunjungi kantor pajak, dengan penguatan basis data dan layanan digital.
Mengapa Era 2025-2026 Menjadi Penting?
Beberapa poin yang menjadikan periode tersebut sangat relevan bagi pelatihan dan optimalisasi perpajakan:
-
Sistem Coretax ditargetkan mulai berlaku nasional awal tahun 2025.
-
Dengan perubahan metode, waktu, dan mekanisme pelaporan dan pembayaran, pelaku usaha dan konsultan harus siap menghadapi transisi agar tidak tertinggal atau terkena sanksi.
-
Peluang optimalisasi pajak dan penurunan beban administrasi muncul apabila mampu memanfaatkan sistem baru dengan benar—ini yang menjadi fokus utama “Strategic Tax Mastery”.
Tujuan dan Manfaat Bimtek Strategic Tax Mastery
Melalui Bimtek ini, beberapa tujuan dan manfaat yang ingin dicapai antara lain:
-
Meningkatkan pemahaman menyeluruh mengenai sistem Coretax dan implikasinya terhadap kewajiban perpajakan.
-
Memberikan strategi operasional dan taktis untuk mengoptimalkan perpajakan sesuai sistem baru dan regulasi terkini.
-
Membekali peserta dengan keterampilan praktis: pemutakhiran data, penggunaan fitur digital, penyesuaian alur pelaporan dan pembayaran, hingga mitigasi risiko pajak.
-
Membangun kesiapan organisasi atau perusahaan dalam menghadapi era Coretax 2025-2026 agar kepatuhan tinggi dan potensi efisiensi tercapai.
-
Menyajikan contoh kasus nyata dan praktik terbaik untuk memperkuat penerapan di lapangan.
Manfaat bagi organisasi atau individu antara lain:
-
Efisiensi administrasi pajak: waktu lebih singkat, proses lebih otomatis, mengurangi kesalahan manual.
-
Kepatuhan yang lebih tinggi dan risiko sanksi yang lebih kecil.
-
Pengelolaan pajak sebagai bagian dari strategi bisnis, bukan hanya kewajiban belaka.
-
Memahami fitur baru sistem (seperti satu kode billing untuk berbagai jenis pajak, akun deposit, manajemen data real-time).
Struktur Program Bimtek dan Materi Utama
Program pelatihan ini dirancang dengan modul-modul yang sistematis agar peserta memperoleh pemahaman dan keterampilan secara bertahap. Berikut struktur umum modul yang bisa digunakan sebagai acuan:
Modul 1: Pengenalan Sistem Coretax dan Lingkungan Regulasi
-
Apa itu Coretax / CTAS: definisi, ruang lingkup, dasar hukum (Perpres 40/2018, PMK 81/2024, dll)
-
Latar belakang reformasi perpajakan dan perubahan proses bisnis administrasi pajak.
-
Dampak perubahan bagi wajib pajak dan otoritas pajak.
-
Terminologi penting (Taxpayer Account Management, omnichannel, akun deposit, satu kode billing).
Modul 2: Persiapan Organisasi/Perusahaan Menghadapi Coretax
-
Pemutakhiran data wajib pajak: identitas, NIK/NPWP, alamat, jenis usaha, email/telepon. Penilaian kesiapan internal: struktur SDM, proses bisnis, sistem IT, pelatihan staf.
-
Transformasi proses pajak lama ke alur digital baru: pendaftaran, pembayaran, pelaporan, pemeriksaan.
-
Penilaian risiko dan mitigasi: data tidak akurat, proses manual, kurangnya pemahaman staf.
Modul 3: Strategi Operational dan Taktis dalam Era Coretax
-
Optimalisasi pendaftaran dan pengukuhan (contoh PKP).
-
Strategi pelaporan SPT (masa dan tahunan) dengan fitur integrasi data sistem baru.
-
Pembayaran dan penyetoran pajak: penggunaan satu kode billing, akun deposit, fitur otomatis pada Coretax.
-
Manajemen wajib pajak berbasis risiko: bagaimana menggunakan data real-time untuk pengambilan keputusan.
-
Penggunaan teknologi dan otomasi dalam administrasi pajak: ERP, sistem akuntansi terintegrasi dengan Coretax, analitik big data.
-
Contoh checklist tindakan:
-
Validasi seluruh NPWP/NIK dan data profil wajib pajak
-
Pemantauan alur pelaporan dan pembayaran melalui portal digital
-
Audit internal proses perpajakan untuk menyesuaikan alur baru
-
Modul 4: Contoh Kasus dan Praktik Terbaik
-
Studi kasus nyata perusahaan yang telah menerapkan sistem Coretax (atau sedang dalam transisi) dan bagaimana mereka melakukan langkah-langkah optimalisasi.
-
Tabel perbandingan: sebelum dan sesudah Coretax dari sisi perusahaan.
-
Analisis kesalahan umum dan bagaimana menghindarinya.
-
Tips untuk sektor spesifik (UMKM, perusahaan multinasional, badan usaha kecil menengah) karena kebutuhan dan sumber daya berbeda.
Modul 5: Monitoring, Evaluasi dan Pengembangan Berkelanjutan
-
KPI dan metrik untuk memantau efektivitas pelaksanaan perpajakan di era Coretax (misalnya: waktu pelaporan SPT, tingkat kepatuhan, jumlah transaksi digital, pengurangan intervensi manual).
-
Rencana pengembangan kompetensi staf pajak: pelatihan ulang berkala, update regulasi, simulasi sistem.
-
Penyesuaian perubahan regulasi masa depan dan kesiapan adaptasi (misalnya update fitur baru Coretax, perubahan PMK).
-
Menyusun roadmap internal organisasi untuk tahun 2025-2026 agar tetap adaptif dan proaktif.
Contoh Kasus Nyata: Optimisasi Perpajakan dengan Coretax
Mari kita lanjut dengan dua contoh nyata — satu perusahaan besar dan satu pelaku usaha menengah — untuk melihat bagaimana strategi Strategic Tax Mastery diterapkan.
Contoh Kasus A: Perusahaan Multinasional
PT X Adalah entitas holding dengan beberapa anak perusahaan di Indonesia. Dengan implementasi Coretax, mereka melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
-
Melakukan pemetaan seluruh entitas anak, validasi NPWP/NIK, dan pemutakhiran data profil wajib pajak seluruh unit.
-
Migrasi historis data ke sistem Coretax (dimanfaatkan fitur integrasi data).
-
Mengimplementasikan akun deposit pajak untuk menyetorkan pajak di muka dan memantau saldo dalam sistem.
-
Menggabungkan sistem akuntansi perusahaan ke portal Coretax untuk memonitor real-time kewajiban pajak dan riwayat pembayaran.
-
Hasil: proses pelaporan SPT tahunan dan masa menjadi lebih cepat, mengurangi keterlambatan, serta audit internal bisa dilakukan dengan data yang lebih bersih – dari mana muncul penghematan beban sanksi dan administrasi.
Contoh Kasus B: UMKM / Perusahaan Menengah
CV Y Beroperasi di bidang manufaktur kecil. Tantangannya: sumber daya manusia terbatas, sistem IT masih manual, dan kurang pengalaman digitalisasi. Dengan Bimtek ini mereka melakukan langkah-langkah berikut:
-
Pelatihan staf keuangan dan pajak tentang alur Coretax melalui simulasi yang disediakan oleh DJP.
-
Memanfaatkan fitur satu kode billing untuk berbagai jenis pajak sehingga proses pembayaran lebih sederhana.
-
Menetapkan SOP internal baru untuk pelaporan dan pembayaran pajak dalam sistem Coretax, termasuk persiapan backup data.
-
Evaluasi secara periodik dan menggunakan dashboard sederhana untuk memantau kewajiban pajak dan saldo deposit.
-
Hasil: meskipun awal memiliki hambatan teknis, setelah 6 bulan CV Y melaporkan penurunan jumlah kesalahan pelaporan dan lebih sedikit intervensi manual.
Artikel yang Terkait Bimtek Strategic Tax Mastery: Optimalkan Perpajakan di Era Coretax 2025-2026
-
Memahami Fitur Utama Coretax: Panduan Lengkap untuk Wajib Pajak 2025
-
Langkah Praktis Pemutakhiran Data Wajib Pajak Menghadapi Coretax
-
Strategi Pembayaran dan Pelaporan Pajak dalam Sistem Coretax: Studi Kasus Perusahaan
-
Tantangan UMKM Menghadapi Coretax dan Solusi Pelatihan Praktis
-
Audit Internal Perpajakan & KPI dalam Era Coretax: Bagaimana Menyusun Dashboard Efektif
Tabel Perbandingan: Sebelum dan Sesudah Coretax
| Aspek | Sebelum Coretax | Sesudah Coretax |
|---|---|---|
| Pendaftaran NPWP/PKP | Berbagai aplikasi terpisah, sering manual | Pendaftaran omnichannel terintegrasi |
| Kode Billing Pembayaran | Satu jenis pajak = satu kode billing | Satu kode billing bisa untuk banyak jenis pajak |
| Pelaporan SPT | Terpisah, aplikasi berbeda | Pelaporan terintegrasi dengan basis data tunggal |
| Pemantauan Status Pajak | Terbatas, manual | Real-time, dashboard wajib pajak |
| Administrasi Manual | Tinggi | Otomatisasi lebih besar |
Tantangan dan Cara Mengatasinya
Walaupun membawa banyak manfaat, implementasi Coretax juga menghadapi tantangan nyata. Berikut beberapa tantangan utama dan strategi mitigasinya:
-
Kesiapan Teknologi dan Infrastruktur
-
Tantangan: masih ada area dengan akses internet terbatas, sistem lama yang belum siap migrasi.
-
Strategi: lakukan audit teknologi internal, upgrade sistem IT, pastikan backup data dan kontinuitas.
-
-
Kesiapan SDM dan Transformasi Budaya
-
Tantangan: staf pajak dan keuangan mungkin belum terbiasa dengan sistem digital baru, resistensi perubahan.
-
Strategi: adakan pelatihan, simulasi, workshop, change management secara aktif.
-
-
Data Validitas dan Integrasi
-
Tantangan: data wajib pajak lama mungkin tidak lengkap atau tidak valid sehingga migrasi bisa bermasalah.
-
Strategi: lakukan validasi dan pemutakhiran data awal, bersihkan data duplikat, tentukan owner data.
-
-
Regulasi dan Kepastian Hukum
-
Tantangan: perubahan regulasi cepat, standar baru mungkin belum familiar di lapangan.
-
Strategi: terus update regulasi (misalnya PMK 81/2024), sediakan konsultasi eksternal, lakukan internal briefing reguler.
-
-
Akses dan Kesetaraan
-
Tantangan: pelaku usaha kecil mungkin tidak memiliki sumber daya yang sama dengan perusahaan besar.
-
Strategi: sederhanakan modul pelatihan untuk UMKM, gunakan pendekatan berbasis cloud, bantu alih teknologi.
-
Langkah Praktis Untuk Mengoptimalkan Perpajakan di Era Coretax
Berikut adalah panduan langkah-praktis yang dapat dijalankan oleh perusahaan atau praktisi pajak untuk memanfaatkan peluang era Coretax dengan maksimal:
-
Langkah 1: Audit internal atau penilaian awal—identifikasi proses pajak saat ini, gap terhadap model Coretax.
-
Langkah 2: Pemutakhiran data wajib pajak: pastikan identitas, NPWP/NIK, alamat, email/telepon, jenis usaha sesuai kondisi aktual.
-
Langkah 3: Upgrade atau pilih sistem IT yang kompatibel dengan modul Coretax – misalnya fasilitas pembayaran otomatis, manajemen pajak terintegrasi.
-
Langkah 4: Pelatihan staf — lakukan workshop, simulasi sistem Coretax (DJP menyediakan simulator).
-
Langkah 5: Revisi SOP internal perpajakan—sesuaikan dengan alur baru: pendaftaran, pelaporan, pembayaran, pemeriksaan.
-
Langkah 6: Pemanfaatan fitur-baru seperti: akun deposit pajak, satu kode billing untuk banyak jenis pajak, dashboard real-time.
-
Langkah 7: Monitoring dan evaluasi secara berkala — tetapkan KPI seperti waktu penyampaian SPT, jumlah transaksi otomatis, jumlah intervensi manual.
-
Langkah 8: Pengembangan berkelanjutan — tetap update regulasi, evaluasi teknologi, adaptasi terhadap perubahan sistem.
Mengapa Memilih Bimtek Strategic Tax Mastery Sekarang?
-
Memastikan organisasi Anda siap menghadapi sistem Coretax sebelum kompetitor — bukan reaktif tetapi proaktif.
-
Menghindari risiko sanksi atau keterlambatan pelaporan yang dapat muncul akibat sistem baru.
-
Memposisikan fungsi pajak sebagai bagian strategis dari bisnis, bukan sekadar administratif.
-
Membuka peluang efisiensi dan optimalisasi yang signifikan — baik biaya maupun waktu.
-
Memperkuat kompetensi SDM pajak dan keuangan dalam lingkungan yang terus berubah.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
-
Apa persyaratan pelaporan pajak dengan sistem Coretax?
Sistem Coretax menetapkan bahwa wajib pajak harus melakukan pendaftaran akun melalui portal, memperbarui data, dan menggunakan layanan digital untuk pelaporan dan pembayaran. -
Kapan efektif berlaku sistem Coretax secara nasional?
Implementasi nasional ditargetkan mulai pada awal tahun 2025. -
Apakah wajib pajak lama harus mendaftar ulang NPWP atau data?
Tidak selalu mendaftar ulang NPWP, tetapi wajib pajak perlu memastikan data mereka telah dimigrasi dan diperbarui agar sesuai dengan sistem Coretax. -
Bagaimana fitur satu kode billing bekerja dalam sistem baru?
Fitur ini memungkinkan satu kode billing digunakan untuk berbagai jenis pajak dalam satu periode, berbeda dari sistem lama yang satu jenis pajak = satu kode billing. -
Apakah perusahaan kecil/UMKM juga terdampak oleh Coretax?
Ya. Meskipun tantangannya lebih besar bagi UMKM, tetapi penerapan sistem baru juga membuka peluang bagi UMKM untuk melakukan administrasi pajak lebih mudah dan efisien. Modul pelatihan harus disesuaikan sesuai kapasitas UMKM. -
Apa risiko jika organisasi tidak siap menghadapi Coretax?
Risiko meliputi: kesalahan pelaporan, keterlambatan pembayaran, sanksi administrasi, inefisiensi operasional, dan potensi audit yang lebih intensif. -
Bagaimana cara memanfaatkan peluang optimalisasi pajak dalam era Coretax?
Dengan melakukan audit internal, melatih staf, memperbarui proses dan sistem IT, memanfaatkan fitur-baru (akun deposit, integrasi data), serta menetapkan strategi pajak sebagai bagian dari bisnis.
Kesimpulan
Era digitalisasi administrasi perpajakan melalui sistem Coretax 2025-2026 menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan—wajib pajak pribadi, perusahaan, konsultan pajak, akuntan—untuk bertransformasi. Dengan mengikuti program Bimtek Strategic Tax Mastery, Anda memperoleh pemahaman menyeluruh, strategi operasional, dan praktik terbaik nyata untuk mengoptimalkan perpajakan dalam lingkungan baru yang lebih terintegrasi, efisien, dan dinamis. Keunggulan kompetitif Anda akan tumbuh ketika tim pajak dan keuangan mampu bekerja secara proaktif, bukan reaktif, dan sudah siap menghadapi tantangan serta peluang yang muncul dari sistem baru ini.
Optimalkan sekarang, menuju kepatuhan dan efisiensi yang lebih tinggi di era Coretax.
Tingkatkan kapabilitas tim pajak Anda, daftarkan segera untuk mendapatkan keunggulan dalam era baru perpajakan.
Sumber Link: Bimtek Strategic Tax Mastery: Optimalkan Perpajakan di Era Coretax 2025-2026