Bimtek Diklat
Pemanfaatan E-Purchasing untuk Kebutuhan Layanan Medis pada BLUD Kesehatan
Di lingkungan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) yang bergerak pada layanan kesehatan, pengadaan barang dan jasa medis memiliki karakteristik spesifik yang menuntut kecepatan, kualitas, kepatuhan regulasi, dan akuntabilitas tinggi. Misalnya pengadaan obat, alat kesehatan (alkes), jasa pemeliharaan medis, atau kontrak layanan publik yang memerlukan proses cepat dan efisien.
Dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, proses pengadaan menjadi semakin terstruktur dan menuntut adaptasi bagi BLUD kesehatan. Peraturan BPK+1
Salah satu perkembangan penting adalah pemanfaatan sistem e-procurement, khususnya metode e-purchasing melalui katalog elektronik yang dikelola oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). DJKN Kemenkeu+1
Dalam artikel ini akan dibahas bagaimana BLUD kesehatan dapat mengoptimalkan e-purchasing untuk kebutuhan layanan medis, tantangan yang dihadapi, langkah teknis implementasi, serta contoh kasus nyata. Artikel ini juga terkait dengan artikel utama: Bimtek Optimalisasi Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa pada BLU dan BLUD Pasca Hadirnya Perpres 46 Tahun 2025 (gunakan sebagai internal link dengan anchor text tersebut) yang memperkuat konteks lebih luas pengadaan barang/jasa pemerintah.
Apa Itu e-Purchasing dan Katalog Elektronik?
e-Purchasing adalah metode pembelian barang/jasa oleh instansi pemerintah melalui sistem katalog elektronik atau toko daring yang telah ditetapkan. Banyumas Kabupaten+1
Katalog elektronik (e-Katalog) adalah daftar produk dan/atau jasa yang memuat jenis, spesifikasi teknis, TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), harga, penyedia, dan lainnya, yang telah dipersiapkan agar instansi pengguna dapat membeli langsung tanpa melewati proses tender panjang. FIRAHNET+1
Di sektor layanan medis BLUD, hal ini berarti obat, alat kesehatan, bahan medis habis pakai, dan jasa pemeliharaan/kalibrasi dapat dibeli melalui katalog elektronik yang sesuai kebutuhan, dengan prosedur internal yang lebih sederhana daripada tender/seleksi umum.
Mengapa e-Purchasing Penting untuk BLUD Kesehatan?
Beberapa alasan mengapa BLUD kesehatan harus mengoptimalkan e-purchasing:
-
Kecepatan pemenuhan kebutuhan medis
Kebutuhan medis seperti obat, alkes, jasa darurat sering harus segera dipenuhi. e-Purchasing mempersingkat siklus pengadaan dibandingkan metode tender. -
Efisiensi biaya dan waktu
Karena spesifikasi sudah terstandar di katalog, proses pemilihan penyedia lebih cepat dan administratif lebih ringan. SIA & SIO HSE+1 -
Transparansi dan akuntabilitas
Sistem daring dan katalog elektronik memungkinkan jejak transaksi terbuka dan mudah dipantau. LKPP -
Penggunaan produk dalam negeri (P3DN) dan UMKM
Sistem katalog mendorong prioritas produk dalam negeri dan UMKM, sesuai regulasi pengadaan barang/jasa pemerintah. Kementerian PANRB -
Kepatuhan terhadap regulasi pengadaan
Dengan regulasi seperti Perpres 46/2025 yang mengatur pengadaan barang/jasa pemerintah, BLUD kesehatan harus menyesuaikan prosesnya. Hukumonline+1
Pemanfaatan e-Purchasing untuk kebutuhan layanan medis di BLUD kesehatan: efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengadaan barang/jasa.
Kondisi Aktual di BLUD Kesehatan
Berikut gambaran kondisi yang sering ditemui di BLUD kesehatan:
-
Proses pengadaan yang masih manual atau semi-manual, menyebabkan waktu respon lambat
-
Spesifikasi alkes/obat belum tersistem katalog sehingga kehilangan potensi efisiensi
-
SDM pengadaan kurang terpadai dalam metode digital/e-procurement
-
Sistem monitor kontrak dan pemantauan layanan belum optimal
-
Sering terjadi kondisi layanan mendesak (emergency services) yang membutuhkan pengadaan cepat, namun prosedur belum disiapkan
Langkah Strategis Pemanfaatan e-Purchasing di BLUD Kesehatan
Untuk memanfaatkan e-purchasing secara optimal, BLUD kesehatan dapat menerapkan langkah-langkah berikut:
1. Penyusunan Rencana Kebutuhan Tahunan
-
Identifikasi kebutuhan layanan medis: obat, alat kesehatan, bahan habis pakai, jasa kalibrasi, pemeliharaan.
-
Prioritaskan yang bersifat berulang atau strategis—karena katalog sering lebih cocok untuk barang/jasa standar berulang.
-
Integrasikan dengan perencanaan keuangan dan anggaran di sistem pemerintah daerah.
2. Analisis Katalog Elektronik yang Ada
-
Cek apakah produk atau jasa yang dibutuhkan sudah tersedia di katalog elektronik nasional/ sektoral yang dikelola LKPP. biropbj.kaltimprov.go.id+1
-
Jika belum tersedia, pertimbangkan strategi alternatif: bisa melalui metode pemilihan lain atau menyerahkan penyedia dengan kategori khusus.
-
Catat spesifikasi teknis dan standar TKDN yang ditetapkan dalam katalog.
3. Integrasi Sistem dan SDM Pengadaan
-
Pastikan sistem e-procurement, e-purchasing terhubung dengan unit pengadaan BLUD, unit layanan medis, dan unit keuangan.
-
Latih PPK, pejabat pengadaan, unit pengguna layanan medis terkait cara kerja e-purchasing: login, pemesanan, verifikasi, pembayaran.
-
Siapkan SOP internal pencatatan dan persetujuan penggunaan e-purchasing.
4. Pelaksanaan Pemesanan melalui Katalog Elektronik
-
Buat paket pembelian melalui aplikasi sesuai spesifikasi katalog. FIRAHNET
-
Lakukan pemesanan melalui sistem, verifikasi internal, kontrak atau nota pembelian elektronik.
-
Pantau transaksi melalui dashboard yang disediakan LKPP (sebagai contoh) untuk transparansi. LKPP
5. Monitoring, Evaluasi dan Pengendalian Kontrak
-
Buat indikator performa: waktu pemenuhan, kualitas alkes, kepuasan layanan medis, biaya per unit.
-
Tinjau secara berkala pencapaian: apakah waktu lebih cepat, biaya lebih rendah dibanding metode sebelumnya?
-
Dokumentasikan seluruh proses untuk keperluan audit dan akuntabilitas.
Tabel Perbandingan Metode Pengadaan Medis di BLUD
| Aspek | Metode Tradisional | Metode e-Purchasing melalui Katalog |
|---|---|---|
| Waktu pemenuhan | Relatif lama (tender/seleksi) | Lebih cepat karena pemesanan langsung |
| Biaya administratif | Lebih tinggi karena proses panjang | Lebih rendah karena standar katalog |
| Transparansi | Rentan perantara/negosiasi manual | Online, audit trail tersedia |
| Fokus produk | Bisa spesifikasi sangat khusus atau non-standar | Terbatas pada produk/jasa yang masuk katalog |
| Kemungkinan fleksibilitas | Tinggi untuk spesial/khusus | Kurang fleksibel jika produk belum ada dalam katalog |
| Kepatuhan regulasi | Tergantung pelaksana | Tinggi jika catalog memenuhi regulasi PBJ |
Contoh Kasus Sederhana di BLUD Kesehatan
Misalkan sebuah RSUD BLUD perlu membeli alat monitor pasien (bedside monitor) secara cepat karena peningkatan layanan ICU. Dengan metode tradisional, RSUD harus membuat spesifikasi, mengumumkan tender, menunggu penawaran, evaluasi, kontrak, pengiriman — bisa memakan waktu beberapa minggu.
Dengan e-purchasing:
-
Unit pengadaan mengecek katalog elektronik LKPP/ sektoral alkes → menemukan monitor sesuai spesifikasi dan harga standar.
-
PPK melakukan pemesanan melalui sistem e-purchasing, persetujuan internal cepat, pembayaran elektronik.
-
Waktu pemenuhan menjadi jauh lebih cepat, layanan ICU bisa segera menggunakan monitor baru, dan RSUD memenuhi standar layanan.
Sinergi dengan Artikel Pilar
Strategi ini sebaiknya dibaca bersamaan dengan artikel utama: ”Bimtek Optimalisasi Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa pada BLU dan BLUD Pasca Hadirnya Perpres 46 Tahun 2025” yang membahas kerangka besar optimalisasi pengadaan barang/jasa untuk BLU/BLUD. Internal link ke artikel utama tersebut membantu memperkuat struktur website Anda dan meningkatkan relevansi SEO.
Tantangan Umum dan Solusi dalam Implementasi
| Tantangan | Solusi Praktis |
|---|---|
| Produk medis/jasa belum tersedia dalam katalog elektronik | Koordinasi dengan LKPP/ unit katalog sektoral untuk menayangkan produk, atau gunakan metode pemilihan lain sementara. biropbj.kaltimprov.go.id |
| SDM pengadaan kurang mahir digital | Gelar pelatihan internal, atau ikut Bimtek pengadaan barang/jasa pemerintah. |
| Perbedaan spesifikasi khusus layanan medis | Buat spesifikasi internal yang selaras dengan katalog, atau adopsi modul kontrak payung/pemilihan cepat. |
| Kesadaran pengguna layanan medis terhadap pengadaan | Sosialisasikan manfaat e-purchasing ke unit layanan (dokter, perawat, manajemen rumah sakit) agar kebutuhan tercatat secara tepat. |
| Monitoring dan evaluasi belum optimal | Gunakan dashboard monitoring transaksi seperti yang disediakan oleh LKPP. LKPP |
Kunci Sukses untuk BLUD Kesehatan
-
Kepemimpinan unit BLUD yang mendukung transformasi digital pengadaan.
-
Komitmen unit layanan medis dan pengadaan untuk terlibat dalam perencanaan kebutuhan.
-
Integrasi sistem (e-purchasing, keuangan, monitoring) supaya data berjalan lancar dan memudahkan audit.
-
Fokus pada produk yang sudah tersedia dalam katalog dan identifikasi kebutuhan yang belum ada untuk strategi khusus.
-
Pelaporan dan dokumentasi baik untuk akuntabilitas dan transparansi layanan medis.
Kesimpulan
Pemanfaatan e-purchasing untuk kebutuhan layanan medis di BLUD kesehatan bukan sekadar tren digitalisasi, melainkan kebutuhan strategis untuk meningkatkan kecepatan, efisiensi, kualitas, dan akuntabilitas layanan. Dengan regulasi seperti Perpres 46/2025 yang memfokuskan pengadaan barang/jasa pemerintah pada prinsip efisien, transparan, bersaing, adil, dan akuntabel, maka BLUD kesehatan yang mengoptimalkan e-purchasing akan siap menjawab tuntutan layanan publik yang semakin tinggi. Hukumonline+1
Implementasi yang tepat, didukung SDM yang kompeten dan sistem yang terintegrasi, akan menjadikan pengadaan medis di BLUD lebih responsif terhadap kebutuhan pasien, lebih hemat biaya, dan lebih transparan bagi publik.
Selaras dengan artikel pilar sebelumnya, strategi ini memperkuat tata kelola pengadaan di BLU/BLUD secara menyeluruh — dan menjadikan BLUD kesehatan sebagai entitas layanan publik yang unggul dan modern.
FAQ
1. Apakah BLUD kesehatan wajib menggunakan e-purchasing untuk semua barang/jasa?
Tidak semua, tetapi e-purchasing dianjurkan terutama untuk barang/jasa standar dan kebutuhan berulang yang sudah tersedia di katalog elektronik.
2. Bagaimana jika produk medis yang diperlukan belum ada dalam katalog elektronik?
BLUD harus melakukan identifikasi, dan jika belum tersedia maka dapat menggunakan metode pemilihan lain sesuai regulasi sambil mengusulkan produk tersebut untuk katalog di masa mendatang.
3. Apakah penggunaan e-purchasing menjamin pengadaan bebas korupsi?
Meskipun sistem digital memperkuat transparansi, tetap diperlukan pengawasan, audit, dan kompetensi SDM karena potensi penyimpangan tetap ada. Hukumonline
4. Bagaimana mengukur keberhasilan implementasi e-purchasing di BLUD kesehatan?
Indikator misalnya: waktu pemenuhan kebutuhan, biaya rata-rata per unit, jumlah transaksi melalui katalog, kepuasan unit layanan, dan audit temuan yang menurun.
Layanan pengadaan medis di BLUD kesehatan dapat ditingkatkan dengan langkah-strategis ini dan menjadikan BLUD sebagai contoh praktik terbaik.
Mari optimalkan transformasi pengadaan di institusi Anda mulai sekarang!
Sumber Link: Pemanfaatan E-Purchasing untuk Kebutuhan Layanan Medis pada BLUD Kesehatan
Tentang Pusat Diklat Pemerintahan
LINKEU PEMDA merupakan lembaga penyelenggara kegiatan pendidikan, pelatihan, bimbingan teknis, in-house training dan outbound training untuk instansi pemerintahan daerah maupun instansi lainnya seperti BUMN, BUMD, maupun rumah sakit serta perseroan terbatas yang berada di lingkungan pemerintah daerah, baik provinsi, kota, maupun kabupaten.
View all posts by Pusat Diklat Pemerintahan