Bimtek Diklat
Cara Menyusun Laporan Keuangan BLU Berbasis Akrual
Penyusunan laporan keuangan Berbasis Akrual bagi Badan Layanan Umum (BLU) merupakan kewajiban yang diatur dalam berbagai regulasi pemerintah. BLU sebagai entitas dengan fleksibilitas keuangan dituntut untuk memiliki laporan keuangan yang akuntabel, transparan, dan sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) berbasis akrual. Namun, dalam praktiknya masih banyak satker BLU yang mengalami kendala—mulai dari pencatatan transaksi hingga penyajian laporan akhir tahun.
Artikel ini memberikan panduan komprehensif, terstruktur, dan mudah dipahami mengenai proses penyusunan laporan keuangan BLU berbasis akrual. Pembahasan dilengkapi langkah teknis, contoh kasus, tabel, dan rekomendasi praktik terbaik. Artikel ini juga terhubung dengan pembahasan pilar melalui internal link Bimtek Manajemen Keuangan & Penyusunan RBA / Laporan Keuangan yang dapat memperdalam pemahaman dalam pengelolaan keuangan BLU berbasis regulasi.
Pengertian Laporan Keuangan BLU Berbasis Akrual
Laporan keuangan BLU berbasis akrual adalah laporan yang mencatat transaksi pada saat hak dan kewajiban terjadi, bukan ketika kas diterima atau dibayar. Sistem ini memberikan gambaran lebih lengkap mengenai posisi keuangan, kinerja operasional, arus kas, dan nilai aset BLU.
Pendekatan akrual diterapkan sesuai:
Prinsip akrual juga mendukung transparansi dan akuntabilitas, sesuai tujuan BLU dalam memberikan layanan yang efektif dan efisien.
Panduan lengkap cara menyusun laporan keuangan BLU berbasis akrual sesuai regulasi, dilengkapi contoh, langkah teknis, tabel, dan rekomendasi praktik terbaik.
Dasar Hukum Penyusunan Laporan Keuangan BLU
Berbagai regulasi yang menjadi landasan penyusunan laporan keuangan BLU berbasis akrual di antaranya:
-
PP 23/2005 dan PP 74/2012 tentang Pengelolaan Keuangan BLU
-
PP 71/2010 tentang SAP Berbasis Akrual
-
PMK tentang Pedoman Akuntansi BLU
-
Kebijakan internal Kementerian/Lembaga
Anda dapat merujuk dokumen resmi tersebut melalui situs pemerintah seperti Peraturan Pemerintah 71/2010 di Portal Peraturan BPK.
Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan BLU Akrual
Penyusunan laporan keuangan berbasis akrual bertujuan untuk:
-
Menyajikan posisi keuangan BLU secara utuh
-
Memastikan BLU mengelola aset, kewajiban, dan ekuitas dengan benar
-
Menjadi dasar evaluasi kinerja keuangan dan layanan
-
Menyediakan informasi penting bagi pimpinan, regulator, dan publik
-
Mendukung pengambilan keputusan berbasis data
Komponen Laporan Keuangan BLU Berbasis Akrual
Secara umum, laporan keuangan BLU mencakup:
-
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
-
Laporan Operasional (LO)
-
Laporan Perubahan Ekuitas (LPE)
-
Laporan Arus Kas (LAK)
-
Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)
Berikut penjelasan ringkas tiap komponen:
1. Laporan Posisi Keuangan
Memuat aset, kewajiban, dan ekuitas.
2. Laporan Operasional
Menyajikan pendapatan dan beban BLU selama periode berjalan.
3. Laporan Perubahan Ekuitas
Menjelaskan mutasi ekuitas akibat kegiatan operasional.
4. Laporan Arus Kas
Berbasis kas, berisi aliran masuk dan keluar kas operasional, investasi, dan pendanaan.
5. CaLK
Bagian paling penting yang menjelaskan angka-angka dalam laporan keuangan.
Langkah-Langkah Menyusun Laporan Keuangan BLU Berbasis Akrual
Berikut alur praktis yang dapat diterapkan oleh pengelola keuangan BLU:
1. Mengumpulkan dan Mengklasifikasi Bukti Transaksi
Setiap transaksi harus dicatat berdasarkan hak dan kewajiban, bukan kas. Klasifikasi utama:
-
Pendapatan usaha (jasa layanan, penjualan barang, dll.)
-
Pendapatan non-usaha (hibah, pendapatan lain-lain)
-
Beban operasional
-
Beban non-operasional
-
Aset tetap, persediaan, piutang
-
Kewajiban jangka pendek dan panjang
Tips Praktis:
2. Melakukan Pencatatan Akuntansi Berbasis Akrual
Proses pencatatan dilakukan melalui aplikasi akuntansi BLU atau SIMAK-BMN untuk aset.
Transaksi dicatat menggunakan jurnal umum, jurnal penyesuaian, dan jurnal penutup.
Contoh Jurnal Akrual:
| Transaksi | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Pendapatan jasa Rp10.000.000 (belum dibayar) | Piutang | Pendapatan Operasional |
| Beban listrik bulan berjalan | Beban | Utang Beban |
3. Melakukan Rekonsiliasi Internal
Rekonsiliasi sangat penting untuk memastikan data akurat.
Hal yang harus direkonsiliasi meliputi:
-
Kas di bendahara vs saldo bank
-
Aset SIMAK-BMN vs aset akuntansi BLU
-
Piutang vs laporan unit layanan
-
Persediaan fisik vs catatan pembukuan
-
Utang pihak ketiga
4. Menyajikan Laporan Keuangan
Setelah data siap, laporan keuangan disusun sesuai format SAP.
Berikut contoh struktur sederhana:
| Komponen | Isi |
|---|---|
| Aset Lancar | Kas, piutang, persediaan |
| Aset Non-Lancar | Aset tetap, aset lainnya |
| Kewajiban | Utang usaha, utang jangka panjang |
| Ekuitas | Modal awal, surplus/defisit |
5. Menyusun Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)
CaLK memuat:
-
Kebijakan akuntansi yang digunakan
-
Penjelasan tiap akun
-
Rincian aset dan kewajiban
-
Penjelasan peristiwa penting
CaLK harus komunikatif, informatif, dan sesuai standar audit.
6. Review dan Validasi Laporan
Tahap review dilakukan oleh:
-
Pejabat Penanggung Jawab
-
PPK BLU
-
Bendahara
-
Auditor internal
Tujuan review:
-
Mengurangi risiko kesalahan
-
Memperbaiki kelengkapan dokumen
-
Memastikan kepatuhan regulasi
Contoh Kasus: Kesalahan Umum dalam Penyusunan Laporan Keuangan BLU
Kasus:
BLU X menemukan selisih besar pada laporan aset dibanding laporan SIMAK-BMN.
Penyebab:
Solusi:
-
Mewajibkan rekonsiliasi triwulan
-
Integrasi data dengan unit pengelola BMN
-
Membuat SOP pemutakhiran aset
Tantangan yang Sering Dialami BLU
Beberapa tantangan antara lain:
-
SDM belum memahami penuh konsep akrual
-
Dokumen pendukung tidak lengkap
-
Pencatatan piutang tidak teratur
-
Pengelolaan aset belum optimal
-
CaLK disusun hanya sebagai formalitas
Untuk mengatasi tantangan tersebut, banyak BLU mengikuti pelatihan teknis. Salah satu referensi pelatihan yang relevan dapat dilihat melalui Bimtek Manajemen Keuangan & Penyusunan RBA / Laporan Keuangan yang membahas penyusunan laporan keuangan secara terstruktur dan sesuai regulasi.
Perbedaan Pencatatan Kas dan Akrual (Tabel)
| Aspek | Basis Kas | Basis Akrual |
|---|---|---|
| Waktu Pencatatan | Saat kas diterima/dibayar | Saat hak/kewajiban muncul |
| Pendapatan | Diakui saat kas diterima | Diakui saat terjadi transaksi |
| Beban | Diakui saat kas keluar | Diakui saat kewajiban timbul |
| Ketelitian | Kurang lengkap | Lebih komprehensif |
Rekomendasi Praktik Terbaik (Best Practice)
-
Buat jadwal tutup buku bulanan
-
Terapkan rekonsiliasi internal rutin
-
Gunakan aplikasi akuntansi yang sesuai regulasi
-
Perbaharui daftar aset dan piutang secara berkala
-
Lengkapi CaLK dengan narasi yang mudah dipahami
-
Libatkan auditor internal sejak awal
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah semua BLU wajib menggunakan basis akrual?
Ya. Sesuai SAP berbasis akrual dan regulasi pengelolaan keuangan BLU, semua BLU wajib menyusun laporan akrual.
2. Apa dokumen pendukung utama dalam penyusunan laporan keuangan BLU?
Bukti transaksi, buku besar, laporan bank, daftar aset, daftar piutang, daftar utang, dan dokumen pendukung operasional lainnya.
3. Apakah laporan BLU harus diaudit?
Ya. Laporan BLU wajib melalui audit internal dan eksternal sebagai bentuk akuntabilitas publik.
4. Mengapa CaLK penting?
Karena CaLK menjelaskan detail laporan keuangan dan menjadi rujukan utama auditor dalam menilai kualitas penyajian laporan.
Ayo tingkatkan kemampuan penyusunan laporan keuangan BLU Anda sekarang—daftarkan instansi Anda dan dapatkan pendampingan profesional.
Sumber Link: Cara Menyusun Laporan Keuangan BLU Berbasis Akrual