Pusat Studi

Strategi Efektif Melakukan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) di Instansi Pemerintah – PSKN

Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) merupakan instrumen penting yang digunakan oleh instansi pemerintah untuk mengukur kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat. Hasil SKM menjadi dasar dalam memperbaiki, menata ulang, dan meningkatkan standar pelayanan agar sesuai dengan kebutuhan publik. Lebih dari itu, SKM juga berperan sebagai salah satu indikator utama dalam penilaian Indeks Pelayanan Publik (IPP) di berbagai instansi pemerintah.

Oleh karena itu, SKM tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Harus ada strategi, metodologi, dan mekanisme yang jelas agar hasil survei benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan. Artikel ini mengulas strategi efektif penyusunan dan pelaksanaan SKM secara profesional sesuai pedoman terbaru pemerintah.

Untuk memperkuat pemahaman, Anda bisa membaca artikel melalui internal link berikut: [Bimtek Peningkatan Indeks Pelayanan Publik (IPP)].


Pentingnya SKM dalam Penguatan Pelayanan Publik

SKM bukan hanya sekadar kegiatan pengisian kuesioner oleh masyarakat. Lebih dari itu, SKM memiliki peran strategis dalam:

  • Mengetahui tingkat kepuasan pengguna layanan.

  • Mengukur kualitas pelayanan secara objektif berdasarkan indikator yang telah distandarkan.

  • Menjadi dasar untuk continuous improvement layanan.

  • Menentukan arah kebijakan pelayanan publik.

  • Menjadi indikator utama kualitas layanan dalam IPP.

Dengan semakin ketatnya persaingan kualitas layanan antar instansi, SKM menjadi alat evaluasi yang paling efektif dan praktis.


Landasan Regulasi Pelaksanaan SKM

Pelaksanaan SKM berpedoman pada regulasi terbaru pemerintah, yaitu:

  • PermenPANRB Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan SKM
    (Anda dapat membaca regulasi melalui source link: PermenPANRB 14/2017)

  • Keputusan MenPANRB tentang Pemantauan dan Evaluasi Pelayanan Publik
    Regulasi ini memberikan arah penilaian kualitas layanan pada seluruh instansi pemerintah.

Dengan memahami regulasi tersebut, instansi dapat menyusun SKM berdasarkan instrumen, indikator, metode, dan formula yang tepat.


Strategi Efektif dalam Menyusun dan Melaksanakan SKM

Pelaksanaan SKM yang efektif membutuhkan langkah-langkah komprehensif dari perencanaan hingga pelaporan. Berikut strategi terbaik berdasarkan praktik lapangan dan standar pemerintah.


1. Menentukan Tujuan dan Sasaran SKM

Tujuan SKM harus jelas sejak awal, seperti:

  • Mengukur kualitas pelayanan dalam periode tertentu.

  • Mengidentifikasi aspek pelayanan yang belum optimal.

  • Membandingkan kualitas layanan antar unit atau antar tahun.

  • Mempersiapkan data evaluasi untuk peningkatan IPP.

Sasaran SKM juga harus ditentukan, misalnya:


2. Menetapkan Populasi dan Sampel yang Tepat

Metode sampling harus sesuai standar statistika agar hasil survei valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Beberapa teknik sampling yang bisa digunakan:

  • Simple Random Sampling

  • Stratified Random Sampling

  • Accidental Sampling (untuk instansi bertrafik tinggi)

  • Purposive Sampling (untuk layanan khusus)

Perhitungan jumlah sampel minimal:

Jumlah Pelanggan Jumlah Sampel Minimal
< 1000 Minimal 50 responden
1000–10.000 100–150 responden
> 10.000 250–400 responden

Panduan lengkap strategi survei kepuasan masyarakat di instansi pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan dan Indeks Pelayanan Publik.


3. Menyusun Instrumen SKM Berdasarkan 9 Unsur Pelayanan

Instrumen SKM wajib menggunakan 9 unsur pelayanan sesuai PermenPANRB:

  1. Persyaratan

  2. Sistem, Mekanisme, dan Prosedur

  3. Waktu Pelayanan

  4. Biaya/Tarif

  5. Produk Layanan

  6. Kompetensi Pelaksana

  7. Perilaku Pelaksana

  8. Kualitas Sarana dan Prasarana

  9. Penanganan Pengaduan

Setiap unsur harus diterjemahkan ke dalam bentuk pertanyaan yang mudah dipahami oleh responden.

Contoh format pertanyaan:

Unsur Pelayanan Contoh Pertanyaan Skala
Waktu Pelayanan Apakah waktu penyelesaian layanan sesuai dengan yang dijanjikan? 1–4
Kompetensi Bagaimana kemampuan petugas dalam memberikan pelayanan? 1–4

4. Menyusun Skala Pengukuran yang Konsisten

Standar penilaian SKM menggunakan skala Likert 4 tingkat:

  • 1 = Tidak Baik

  • 2 = Kurang Baik

  • 3 = Baik

  • 4 = Sangat Baik

Skala empat tingkat ini dipilih agar responden tidak memilih “netral”.


5. Memilih Metode Pengumpulan Data

Instansi dapat memilih metode berikut:

  • Survei melalui kuesioner offline
    Cocok untuk daerah dengan akses internet terbatas.

  • Survei online menggunakan Google Form, SurveyMonkey, atau aplikasi internal.

  • Survei melalui wawancara langsung
    Berguna bagi masyarakat yang tidak terbiasa mengisi kuesioner.

  • Survei melalui kiosk monitor di loket pelayanan.


6. Mengolah dan Menghitung Nilai SKM

SKM dihitung berdasarkan formula dalam PermenPANRB 14/2017.

Rumus Indeks Per Unsur:

Nilai Unsur = (Total Skor Unsur / Jumlah Responden)

Setelah itu hasil dikonversi ke nilai SKM.

Tabel Interpretasi Nilai SKM:

Nilai SKM Mutu Pelayanan Kinerja Layanan
88.31 – 100 A Sangat Baik
76.61 – 88.30 B Baik
65 – 76.60 C Cukup
< 65 D Kurang

7. Menyusun Rekomendasi Perbaikan

Hasil SKM tanpa rekomendasi adalah data mati.
Oleh karena itu hasil survei wajib dilengkapi:

  • Rekomendasi prioritas jangka pendek

  • Rencana tindak lanjut

  • Usulan perbaikan sarana dan prasarana

  • Revisi SOP layanan

  • Peningkatan kompetensi pelaksana


8. Publikasi Hasil SKM Secara Transparan

Setiap hasil SKM wajib dipublikasikan di:

  • Website resmi instansi

  • Media sosial

  • Banner di ruang layanan

Kewajiban publikasi ini juga tertuang dalam regulasi pelayanan publik.


Contoh Kasus: SKM di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Salah satu contoh praktik SKM yang berhasil adalah implementasi survei kepuasan di Disdukcapil Kota X.
Beberapa strategi yang mereka terapkan:

  • Menyediakan kiosk survey di ruang tunggu layanan.

  • Membagikan QR Code untuk survei online melalui WhatsApp.

  • Mengaktifkan petugas khusus yang membantu lansia melakukan survei.

  • Menghubungkan hasil SKM ke rapat evaluasi bulanan.

  • Menyusun prioritas perbaikan berdasarkan unsur skor terendah.

Hasilnya, dalam dua tahun berturut-turut nilai SKM meningkat dari 79,8 (Baik) menjadi 91,2 (Sangat Baik).


Hubungan SKM dengan Peningkatan Indeks Pelayanan Publik (IPP)

SKM merupakan salah satu komponen utama dalam penilaian IPP yang dilakukan oleh KemenPANRB.

Melalui pelaksanaan SKM yang terstruktur dan memenuhi regulasi, instansi dapat meningkatkan:

  • Kualitas pelayanan front office

  • Transparansi

  • Efisiensi proses

  • Kenyamanan pengguna layanan

  • Kepatuhan terhadap standar pelayanan

Bacaan lanjutan dapat Anda lihat melalui artikel pilar:
👉 [Bimtek Peningkatan Indeks Pelayanan Publik (IPP)]


Tips Agar SKM Berjalan Efektif dan Tidak Menghabiskan Banyak Waktu

  • Gunakan aplikasi survei digital.

  • Sediakan QR Code di titik layanan.

  • Latih petugas agar membantu responden dengan sopan.

  • Sediakan reward kecil seperti suvenir untuk meningkatkan partisipasi.

  • Lakukan survei secara berkala, bukan hanya menjelang evaluasi.


Tabel Perbandingan Metode SKM

Metode Kelebihan Kekurangan Cocok Digunakan Untuk
Kuesioner Offline Mudah dipahami Memakan kertas Daerah tanpa internet
Online Form Cepat & efisien Tidak semua warga melek digital Layanan publik modern
Wawancara Data lebih lengkap Butuh petugas khusus Layanan lansia & rentan
Kiosk Praktis & otomatis Biaya alat Layanan bertrafik tinggi

Bagian FAQ

1. Apa itu Survei Kepuasan Masyarakat (SKM)?
SKM adalah metode evaluasi untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan yang diberikan oleh instansi pemerintah.

2. Apakah SKM wajib dilakukan?
Ya. SKM diwajibkan oleh pemerintah berdasarkan PermenPANRB Nomor 14 Tahun 2017.

3. Berapa jumlah sampel minimal SKM?
Tergantung populasi pengguna layanan, namun minimal 50 responden untuk instansi kecil.

4. Bagaimana cara meningkatkan partisipasi responden?
Dengan menyediakan QR Code, lokasi survey yang nyaman, dan mendampingi responden yang kesulitan.

Jika instansi Anda membutuhkan pendampingan penyusunan SKM, penyusunan standar pelayanan, hingga persiapan evaluasi IPP, segera hubungi tim kami untuk konsultasi lebih lanjut dan jadwal pelatihan resmi.

Sumber Link: Strategi Efektif Melakukan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) di Instansi Pemerintah – PSKN

author-avatar

Tentang Pusat Diklat Pemerintahan

LINKEU PEMDA merupakan lembaga penyelenggara kegiatan pendidikan, pelatihan, bimbingan teknis, in-house training dan outbound training untuk instansi pemerintahan daerah maupun instansi lainnya seperti BUMN, BUMD, maupun rumah sakit serta perseroan terbatas yang berada di lingkungan pemerintah daerah, baik provinsi, kota, maupun kabupaten.