Bimtek Diklat
Bimtek Panduan Praktis Penyusunan Dokumen Akreditasi Berdasarkan KAFKTP
Akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan kini menjadi salah satu fondasi utama untuk memastikan mutu pelayanan, keselamatan pasien, kinerja manajemen, serta tata kelola klinis yang lebih baik di tingkat primer. Seiring diterapkannya standar terbaru KAFKTP (Kerangka Acuan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama), kebutuhan FKTP dalam menyiapkan dokumen akreditasi secara komprehensif dan sistematis semakin mendesak.
Melalui Bimtek Panduan Praktis Penyusunan Dokumen Akreditasi Berdasarkan KAFKTP, fasilitas kesehatan dapat mempercepat proses penataan dokumen, meningkatkan kesiapan tim akreditasi, serta menyesuaikan seluruh elemen penilaian dengan tuntutan regulasi terbaru. Artikel ini menyajikan panduan terstruktur, contoh kasus, tabel komponen dokumen, hingga strategi implementasi di lapangan.
Sebagai internal link, Anda dapat memperdalam materi terkait melalui [Pelatihan Intensif Akreditasi FKTP/RS Standar Terbaru SNARS / KAFKTP].
Makna Strategis Dokumen Akreditasi Berdasarkan KAFKTP
Penyusunan dokumen akreditasi bukan semata-mata kewajiban administratif. Dokumen tersebut menjadi bukti bahwa FKTP telah:
-
Menerapkan manajemen mutu dan keselamatan pasien secara terukur
-
Menjalankan proses klinis berbasis standar nasional
-
Memiliki tata kelola layanan yang konsisten
-
Membangun budaya perbaikan mutu berkelanjutan
-
Mencapai kepatuhan terhadap regulasi Kementerian Kesehatan
KAFKTP sendiri disusun untuk memberikan kerangka evaluasi yang lebih jelas, mencakup aspek:
-
Manajemen Fasilitas Pelayanan Kesehatan
-
Upaya Kesehatan Masyarakat dan Upaya Kesehatan Perorangan
-
Keselamatan Pasien
-
Pengelolaan Risiko
-
Tata Kelola Kepemimpinan
Regulasi ini diperkuat melalui berbagai keputusan Menteri Kesehatan, termasuk dokumen kebijakan yang dipublikasikan di Kementerian Kesehatan RI.
Tantangan FKTP dalam Penyusunan Dokumen Akreditasi
Banyak FKTP masih menghadapi kesulitan ketika mulai menyusun dokumen akreditasi. Tantangan umum mencakup:
-
Kurangnya pemahaman tentang struktur KAFKTP terbaru
-
Ketidakteraturan dokumen internal
-
Tidak adanya penanggung jawab khusus per elemen penilaian
-
Beban kerja tinggi sehingga penyusunan dokumen sering tertunda
-
Minimnya pembuktian objektif (SOP, SK, form, rekam bukti implementasi)
-
Tidak seragamnya format dokumen antar-unit
Dalam kondisi tersebut, Bimtek sangat berperan untuk menyederhanakan tahapan dan membuat proses penyusunan dokumen lebih terarah dan efisien.
Komponen Utama Dokumen Akreditasi Berdasarkan KAFKTP
Berikut adalah komponen dokumen utama yang wajib disiapkan FKTP untuk penilaian akreditasi:
1. Dokumen Kebijakan (SK)
Meliputi dokumen yang menetapkan tata kelola dan komitmen organisasi:
-
SK Tim Mutu
-
SK Tim Akreditasi
-
SK Keselamatan Pasien
-
SK Komite/Unit terkait lainnya
2. Dokumen Strategis
-
Renstra
-
Rencana Mutu
-
Rencana Peningkatan Kinerja
-
Analisis Risiko Pelayanan
3. Standar Prosedur Operasional (SOP)
Meliputi SOP pelayanan klinis, non-klinis, administrasi, dan keselamatan pasien.
4. Dokumen Pembuktian
Bukti implementasi seperti:
-
Foto kegiatan
-
Form monitoring
-
Hasil audit internal
-
Laporan pelatihan
-
Rekaman evaluasi mutu
5. Dokumen Klinis
-
Panduan praktik klinis
-
Clinical pathway
-
Standar asuhan keperawatan
6. Dokumen Rekapitulasi
-
IKP
-
Insiden keselamatan
-
Laporan PMKP
-
Laporan risiko
Tabel Ringkasan Dokumen Wajib KAFKTP
| Komponen | Jenis Dokumen | Contoh Isi | Penanggung Jawab |
|---|---|---|---|
| Kebijakan | SK | SK Tim Mutu, SK Keselamatan Pasien | Kepala FKTP |
| Strategis | Renstra, Rencana Mutu | Target mutu tahunan, indikator pelayanan | Manajemen |
| SOP | Prosedur klinis & non-klinis | SOP triase, SOP pencegahan infeksi | Unit terkait |
| Bukti | Form monitoring, berita acara | Foto kegiatan, laporan audit | Tim Mutu |
| Klinis | Panduan klinis | Clinical pathway penyakit kronis | Penanggung jawab program |
| Rekap | Laporan IKP, PMKP | Statistik pelaporan insiden | Unit keselamatan pasien |
Tahapan Bimtek Penyusunan Dokumen Akreditasi Berdasarkan KAFKTP
1. Audit Awal (Preliminary Assessment)
Tahap ini dilakukan untuk menilai kondisi awal FKTP, termasuk:
-
Ketertiban dokumen
-
Ketersediaan format yang sesuai
-
Kesesuaian SK dan SOP
-
Bukti implementasi
Output berupa gap analysis.
2. Penyusunan Roadmap Dokumen Akreditasi
Roadmap memuat tahapan kerja lengkap:
-
Pembagian tugas
-
Jadwal penyelesaian dokumen
-
Mekanisme review per unit
-
Timeline simulasi akreditasi
3. Penyelarasan Dokumen dengan Standar KAFKTP
Dokumen diverifikasi agar sesuai elemen penilaian, misalnya:
-
Pernyataan kebijakan
-
Struktur organisasi
-
Bukti implementasi SOP
-
Penilaian risiko
4. Pembuatan Dokumen Baru
Kebutuhan dokumen baru ditentukan berdasarkan gap analysis. Misalnya:
-
SOP IGD
-
SOP komunikasi efektif
-
SOP serah terima antar-unit
-
SK penetapan indikator mutu
5. Simulasi Akreditasi dan Pembuktian Implementasi
Sebelum penilaian resmi, dilakukan:
-
Uji dokumen
-
Audit internal
-
Pre-survey
-
Pembekalan staf terkait
Contoh Kasus Nyata: Kesiapan Dokumen pada Puskesmas A
Puskesmas A di Jawa Tengah mengalami kendala besar dalam penyusunan dokumen karena struktur SOP lama tidak sesuai dengan KAFKTP. Setelah mengikuti Bimtek, perubahan signifikan terjadi:
Kondisi Awal:
-
SOP tidak terstandardisasi
-
Tidak ada SK Tim Mutu
-
Dokumentasi PMKP tidak lengkap
-
Tidak ada bukti implementasi IKP
Perubahan Setelah Bimtek:
-
100+ SOP tersusun rapi
-
15 SK baru diterbitkan
-
Laporan IKP terstruktur
-
Evaluasi mutu dilakukan bulanan
-
Tim Mutu aktif menjalankan audit klinis
Dalam tiga bulan, Puskesmas tersebut dinyatakan Siap Akreditasi Utama.
Strategi Praktis Penyusunan Dokumen yang Efisien untuk FKTP
1. Gunakan Template Bakuan
FKTP dapat menyusun dokumen lebih cepat dengan template standar, seperti:
-
Template SK
-
Template SOP versi KAFKTP
-
Format laporan mutu
-
Template identifikasi risiko
2. Bentuk Tim Penanggung Jawab Khusus
Struktur minimal meliputi:
-
Koordinator Akreditasi
-
Penanggung jawab dokumen per standar
-
Petugas administrasi dokumentasi
-
Auditor internal
3. Terapkan Sistem Digital Arsip Dokumen
Manfaat:
-
Akses lebih cepat
-
Revisi lebih mudah
-
Konsistensi format lebih terjaga
4. Dokumentasi Bukti Real-time
Bukti implementasi harus dicatat saat kegiatan berlangsung, bukan menjelang akreditasi.
5. Lakukan Review Dua Minggu Sekali
Berguna untuk:
-
Menghindari dokumen menumpuk
-
Mengoreksi kesalahan format
-
Memastikan bukti sudah lengkap
Keterkaitan Penyusunan Dokumen dengan Mutu dan PMKP
Salah satu fokus penilaian akreditasi adalah Keselamatan Pasien dan PMKP (Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien). Dokumen yang harus disiapkan misalnya:
-
Program PMKP
-
Indikator mutu
-
Analisis data indikator
-
Pelaporan IKP
-
RCA dan FMEA
-
Laporan monitoring dan evaluasi
Penjelasan resmi mengenai program mutu dapat dirujuk melalui Standar Mutu Pelayanan Kemenkes.
Contoh Format Dokumen Penilaian PMKP
| Elemen | Dokumen | Bukti Implementasi |
|---|---|---|
| Indikator Mutu | Daftar indikator, SK indikator | Grafik hasil, analisis indikator |
| Audit Klinis | SOP audit klinis | Form audit, laporan audit |
| IKP | Form pelaporan | Rekap IKP, RCA |
| Monev | Agenda monev, notulen | Laporan per triwulan |
Dokumen ini sangat krusial untuk pembuktian implementasi akreditasi.
Hubungan Dokumen Akreditasi dengan Tata Kelola Kepemimpinan
KAFKTP menekankan pentingnya tata kelola dan kepemimpinan. Oleh karena itu dokumen berikut wajib tersedia:
-
SK struktur organisasi
-
Uraian tugas
-
Kebijakan etika
-
Komitmen budaya mutu
-
Rapat kinerja manajemen
Manajemen harus memahami fungsi dokumentasi sebagai bagian dari tata kelola organisasi, bukan sekadar persyaratan akreditasi.
Kesiapan Dokumen dan Penilaian Lapangan
Saat survey akreditasi, penilai akan memverifikasi:
-
Ketersediaan dokumen
-
Kesesuaian dokumen dengan implementasi di lapangan
-
Konsistensi praktik layanan dan SOP
-
Pemahaman staf terhadap dokumen
-
Integrasi dokumen dengan kegiatan mutu
Oleh karena itu, penyusunan dokumen harus disertai pelatihan implementasi bagi seluruh staf.
Tips Final Menjelang Survey Akreditasi
Berikut adalah daftar persiapan penting:
-
Pastikan seluruh SK ditandatangani dan berlaku
-
SOP telah diverifikasi format dan substansinya
-
Laporan Monev Mutu terkini tersedia
-
Bukti implementasi (BA, daftar hadir, foto) lengkap
-
Staf memahami tupoksi dan SOP
-
Area layanan disesuaikan dengan standar keselamatan
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan dokumen akreditasi?
Rata-rata FKTP membutuhkan 2–4 bulan, tergantung kesiapan dokumen awal dan kualitas manajemen. Dengan Bimtek, proses bisa lebih cepat.
2. Apakah semua SOP harus mengikuti template baku?
SOP sebaiknya mengikuti format standar yang berlaku nasional agar mudah dibaca, dinilai, dan diimplementasikan.
3. Apa yang paling sering menjadi temuan saat survey akreditasi?
Ketiadaan bukti implementasi (bukan dokumen) merupakan temuan paling umum, termasuk PPE, IKP, dan monitoring mutu.
4. Apakah FKTP harus memiliki tim akreditasi khusus?
Ya. KAFKTP mensyaratkan adanya struktur tim mutu dan akreditasi yang bertanggung jawab terhadap dokumen dan implementasi standar.
Akhiri Keraguan Anda dan Siapkan Akreditasi FKTP Secara Profesional Bersama Ahlinya
Sumber Link:
Bimtek Panduan Praktis Penyusunan Dokumen Akreditasi Berdasarkan KAFKTP