Bimtek Diklat
Menghindari Temuan Audit: Panduan Tata Kelola BLUD RS & Puskesmas yang Tepat
Audit merupakan instrumen penting dalam memastikan pengelolaan keuangan dan layanan publik berjalan sesuai aturan. Bagi rumah sakit daerah (RSUD) dan puskesmas yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD), audit tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga sarana evaluasi untuk memperbaiki tata kelola.
Namun dalam praktiknya, banyak BLUD kesehatan masih menghadapi temuan audit, baik dari Inspektorat Daerah maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Temuan tersebut seringkali berkaitan dengan kelemahan perencanaan, penatausahaan, pelaporan, hingga pengendalian internal. Jika tidak ditangani dengan baik, temuan audit dapat berdampak pada reputasi institusi, kinerja layanan, bahkan berpotensi menimbulkan masalah hukum.
Makna Temuan Audit dalam Pengelolaan BLUD
Temuan audit adalah hasil pemeriksaan auditor yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara praktik pengelolaan dengan ketentuan yang berlaku, standar akuntansi, atau prinsip tata kelola yang baik.
Dalam konteks BLUD, temuan audit dapat berupa:
-
Ketidakpatuhan terhadap regulasi keuangan.
-
Kelemahan sistem pengendalian internal.
-
Ketidaktepatan pencatatan dan pelaporan.
-
Ketidaksesuaian antara rencana dan realisasi.
-
Potensi kerugian daerah.
Temuan audit bukan semata-mata kesalahan, tetapi juga cerminan bahwa sistem dan kapasitas pengelolaan masih perlu diperkuat.
Mengapa BLUD RS & Puskesmas Rentan terhadap Temuan Audit
Status BLUD memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan. Namun fleksibilitas ini juga membawa risiko apabila tidak diimbangi dengan tata kelola yang kuat.
Beberapa faktor yang membuat BLUD rentan terhadap temuan audit antara lain:
-
Pemahaman regulasi yang belum merata.
-
SDM keuangan terbatas dan sering berganti.
-
SOP belum lengkap atau tidak dipatuhi.
-
Sistem informasi belum optimal.
-
Koordinasi antar unit lemah.
-
Fokus lebih pada layanan, kurang pada administrasi.
Kondisi tersebut menuntut adanya panduan dan strategi khusus agar fleksibilitas BLUD tetap berada dalam koridor akuntabilitas.
Jenis Auditor dan Ruang Lingkup Pemeriksaan BLUD
BLUD RS & puskesmas dapat diperiksa oleh beberapa pihak, antara lain:
-
Inspektorat Daerah sebagai APIP.
-
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
-
Auditor eksternal sesuai kebutuhan.
Ruang lingkup pemeriksaan umumnya mencakup:
-
Kepatuhan terhadap regulasi.
-
Pengelolaan pendapatan dan belanja.
-
Penyusunan dan pelaksanaan RBA.
-
Pengelolaan aset dan persediaan.
-
Pelaporan keuangan.
-
Sistem pengendalian internal.
Informasi resmi mengenai peran dan fungsi auditor negara dapat diakses melalui situs Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia sebagai lembaga pemeriksa keuangan negara.
Temuan Audit yang Paling Sering Terjadi di BLUD Kesehatan
Berikut beberapa temuan yang sering muncul dalam audit BLUD RS & puskesmas:
| Area | Contoh Temuan Audit |
|---|---|
| Perencanaan | RBA tidak realistis, tidak berbasis kinerja |
| Pendapatan | Pendapatan layanan tidak seluruhnya tercatat |
| Belanja | Belanja tidak sesuai RBA atau tanpa bukti lengkap |
| Kas | Pengelolaan kas tidak tertib |
| Persediaan | Stok obat tidak sesuai catatan |
| Aset | Aset tidak tercatat atau tidak dimanfaatkan |
| Pelaporan | Laporan keuangan terlambat atau tidak andal |
| SOP | Prosedur tidak lengkap atau tidak dijalankan |
Tabel ini menunjukkan bahwa temuan audit biasanya bersumber dari kelemahan tata kelola sehari-hari.
Prinsip Tata Kelola yang Menjadi Kunci Menghindari Temuan Audit
Untuk meminimalkan risiko temuan audit, BLUD perlu menerapkan prinsip tata kelola berikut:
-
Kepatuhan terhadap regulasi.
-
Transparansi dalam pengelolaan keuangan.
-
Akuntabilitas setiap penggunaan dana.
-
Pengendalian internal yang efektif.
-
Dokumentasi yang lengkap dan rapi.
Prinsip-prinsip ini harus menjadi budaya organisasi, bukan sekadar kewajiban menjelang audit.
Keterkaitan Tata Kelola BLUD dan Audit
Audit pada dasarnya menilai sejauh mana tata kelola BLUD telah berjalan dengan baik. Semakin kuat tata kelola, semakin kecil risiko temuan audit.
Pembahasan mendalam tentang tata kelola BLUD RS & puskesmas dapat Anda baca pada artikel pilar berikut:
Bimtek Unggulan 2026: Tata Kelola BLUD RS & Puskesmas dari Regulasi hingga Implementasi Praktis
Strategi Praktis Menghindari Temuan Audit BLUD
Berikut strategi yang dapat diterapkan secara sistematis:
Memahami dan memperbarui regulasi
Menyusun dan melaksanakan RBA secara disiplin
Memperkuat SOP dan kepatuhan
Menata pengelolaan pendapatan
Menjaga kelengkapan bukti transaksi
Mengoptimalkan sistem informasi
Memperkuat pengendalian internal
-
Pisahkan fungsi perencanaan, pelaksanaan, dan pencatatan.
-
Lakukan pemeriksaan internal berkala.
Menindaklanjuti temuan sebelumnya
Peran Pengendalian Internal dalam Mencegah Temuan Audit
Sistem pengendalian internal adalah garda terdepan dalam mencegah kesalahan dan penyimpangan.
Komponen penting pengendalian internal meliputi:
-
Lingkungan pengendalian yang berintegritas.
-
Penilaian risiko.
-
Aktivitas pengendalian.
-
Informasi dan komunikasi.
-
Pemantauan berkelanjutan.
Contoh praktik pengendalian internal di BLUD:
-
Pemisahan tugas bendahara dan pencatat.
-
Otorisasi berjenjang untuk belanja.
-
Rekonsiliasi kas dan bank rutin.
-
Stock opname persediaan berkala.
-
Audit internal oleh tim pengawas.
Dengan pengendalian internal yang kuat, banyak potensi temuan dapat dicegah sejak awal.
Peran SDM dalam Menghindari Temuan Audit
SDM adalah faktor kunci keberhasilan tata kelola BLUD. Beberapa peran penting meliputi:
-
Pimpinan BLUD sebagai penanggung jawab utama.
-
Pejabat keuangan sebagai pengelola anggaran.
-
Bendahara sebagai pengelola kas.
-
Tim perencanaan dan pelaporan.
-
Unit layanan sebagai pelaksana kegiatan.
Kompetensi yang harus dimiliki SDM BLUD antara lain:
Penguatan kapasitas melalui pelatihan dan bimbingan teknis menjadi langkah strategis agar SDM mampu menjalankan peran dengan baik.
Contoh Kasus Temuan Audit dan Perbaikannya
Sebuah puskesmas BLUD mendapatkan temuan audit terkait:
-
Pendapatan layanan belum seluruhnya disetor ke kas BLUD.
-
Bukti belanja tidak lengkap.
-
Persediaan obat tidak sesuai catatan.
Setelah dilakukan evaluasi dan pembinaan:
-
Sistem kas diperbaiki dan terintegrasi.
-
SOP belanja diperjelas dan disosialisasikan.
-
Stock opname rutin dilakukan setiap bulan.
Dalam audit berikutnya, temuan tersebut tidak lagi muncul, dan tata kelola puskesmas dinilai lebih tertib. Kasus ini menunjukkan bahwa komitmen perbaikan mampu menurunkan risiko temuan audit secara signifikan.
Checklist Kesiapan Audit BLUD RS & Puskesmas
Berikut checklist sederhana untuk membantu BLUD mempersiapkan diri:
| Aspek | Pertanyaan Kunci |
|---|---|
| Regulasi | Apakah aturan terbaru sudah dipahami? |
| RBA | Apakah realisasi sesuai RBA? |
| Pendapatan | Apakah seluruh pendapatan tercatat? |
| Belanja | Apakah bukti lengkap dan sah? |
| Kas | Apakah saldo kas sesuai catatan? |
| Persediaan | Apakah stok fisik sesuai sistem? |
| Aset | Apakah aset tercatat dan dimanfaatkan? |
| Laporan | Apakah laporan tepat waktu dan akurat? |
| SOP | Apakah SOP tersedia dan dipatuhi? |
| Tindak lanjut | Apakah temuan lama sudah ditangani? |
Checklist ini dapat digunakan secara rutin, bukan hanya menjelang audit.
Manfaat Jangka Panjang dari Tata Kelola yang Baik
Menghindari temuan audit bukan tujuan akhir, tetapi dampak dari tata kelola yang baik. Manfaat jangka panjangnya antara lain:
-
Kepercayaan pemda dan publik meningkat.
-
Kinerja keuangan lebih sehat.
-
Mutu layanan kesehatan meningkat.
-
Risiko hukum dan administrasi menurun.
-
Organisasi lebih profesional dan berkelanjutan.
Dengan demikian, audit seharusnya dipandang sebagai mitra perbaikan, bukan ancaman.
FAQ seputar Menghindari Temuan Audit BLUD
Apa penyebab utama temuan audit di BLUD?
Umumnya karena kelemahan pengendalian internal, ketidakpatuhan regulasi, dan dokumentasi yang tidak lengkap.
Apakah semua temuan audit berdampak hukum?
Tidak. Banyak temuan bersifat administratif dan dapat diperbaiki melalui tindak lanjut, namun tetap harus ditangani serius.
Bagaimana cara terbaik menindaklanjuti temuan audit?
Susun rencana aksi, tetapkan penanggung jawab, dan pantau pelaksanaannya sampai tuntas.
Apakah BLUD yang baru berdiri juga berisiko temuan audit?
Ya, bahkan lebih tinggi jika SDM dan sistem belum siap, sehingga pendampingan sejak awal sangat penting.
Penutup
Menghindari temuan audit pada BLUD RS & puskesmas bukanlah hasil dari upaya sesaat, tetapi buah dari tata kelola yang konsisten, disiplin, dan berorientasi pada kepatuhan serta kinerja. Dengan memahami potensi risiko, memperkuat pengendalian internal, meningkatkan kapasitas SDM, dan menjalankan setiap proses sesuai regulasi, BLUD dapat meminimalkan temuan audit sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Panduan ini diharapkan menjadi referensi praktis bagi pengelola BLUD dalam membangun budaya tata kelola yang sehat dan berkelanjutan.
Segera tingkatkan kapasitas tim Anda dan wujudkan BLUD RS & puskesmas yang akuntabel, profesional, dan bebas dari temuan audit.
Sumber Link: Menghindari Temuan Audit: Panduan Tata Kelola BLUD RS & Puskesmas yang Tepat