Bimtek Pemda

Strategi Penerapan TKDN dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Pengadaan barang/jasa pemerintah memegang peranan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Nilai belanja pemerintah yang sangat besar menjadikan pengadaan sebagai instrumen kebijakan fiskal yang efektif untuk memperkuat industri dalam negeri. Dalam konteks inilah Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi kebijakan penting yang harus diimplementasikan secara konsisten dan terukur oleh seluruh instansi pemerintah pusat maupun daerah.

Penerapan TKDN dalam pengadaan barang/jasa pemerintah bukan hanya kewajiban regulatif, tetapi juga bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan daya saing produk dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, serta memperluas kesempatan kerja. Namun, implementasi TKDN di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pemahaman regulasi, kesiapan penyedia, hingga kemampuan aparatur pengadaan dalam menerjemahkan kebijakan ke dalam proses pengadaan yang sesuai ketentuan.

Artikel ini membahas secara komprehensif strategi penerapan TKDN dalam pengadaan barang/jasa pemerintah, mulai dari dasar kebijakan, urgensi penerapan, tahapan strategis, hingga peran pelatihan dan e-Catalog dalam mendukung pengadaan berbasis TKDN.


Konsep TKDN dalam Kebijakan Pengadaan Pemerintah

Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) merupakan besaran kandungan produksi dalam negeri pada barang, jasa, atau gabungan barang dan jasa. TKDN menjadi indikator utama dalam menilai sejauh mana suatu produk berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Dalam pengadaan barang/jasa pemerintah, TKDN berfungsi sebagai alat kebijakan untuk:

  • Mendorong penggunaan produk dan jasa dalam negeri

  • Meningkatkan kapasitas industri nasional

  • Mengoptimalkan belanja negara agar berdampak langsung pada ekonomi domestik

  • Mendukung kemandirian dan ketahanan ekonomi nasional

TKDN tidak hanya berlaku untuk pengadaan barang, tetapi juga jasa konstruksi, jasa konsultansi, serta pekerjaan terintegrasi lainnya.


Landasan Regulasi Penerapan TKDN

Penerapan TKDN dalam pengadaan barang/jasa pemerintah memiliki landasan regulasi yang kuat dan mengikat. Beberapa kebijakan nasional yang menjadi dasar antara lain:

  • Kebijakan peningkatan penggunaan produk dalam negeri

  • Ketentuan pengadaan barang/jasa pemerintah

  • Regulasi terkait perhitungan dan sertifikasi TKDN

Informasi kebijakan dan regulasi terkait TKDN dapat dirujuk melalui Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (https://www.kemenperin.go.id) sebagai instansi yang berwenang dalam penetapan dan verifikasi nilai TKDN. Selain itu, kebijakan pengadaan pemerintah juga dapat diakses melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) (https://www.lkpp.go.id).


Urgensi Penerapan TKDN dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Penerapan TKDN memiliki urgensi strategis dalam konteks pembangunan nasional. Beberapa alasan utama urgensi tersebut antara lain:

  1. Mengoptimalkan Dampak Belanja Pemerintah
    Anggaran negara dan daerah memberikan manfaat langsung bagi industri dalam negeri.

  2. Mendorong Pertumbuhan Industri Nasional
    Permintaan dari sektor pemerintah menjadi stimulus bagi pelaku usaha lokal.

  3. Mengurangi Ketergantungan Produk Impor
    Pengadaan berbasis TKDN memperkuat kemandirian nasional.

  4. Menciptakan Lapangan Kerja
    Peningkatan produksi dalam negeri berdampak pada penyerapan tenaga kerja.

  5. Mendukung Program Pembangunan Berkelanjutan
    Industri nasional tumbuh secara berkesinambungan dan kompetitif.


Tantangan Implementasi TKDN di Lapangan

Meskipun regulasi telah tersedia, implementasi TKDN dalam pengadaan barang/jasa pemerintah masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain:

  • Pemahaman ASN pengadaan yang belum merata

  • Keterbatasan produk bersertifikat TKDN di beberapa sektor

  • Kesulitan dalam pembuktian dan verifikasi TKDN

  • Integrasi TKDN dengan sistem pengadaan elektronik

  • Resistensi perubahan dari pola pengadaan konvensional

Tantangan ini menuntut strategi penerapan TKDN yang sistematis dan didukung peningkatan kompetensi aparatur pengadaan.


Strategi Penerapan TKDN dalam Tahapan Pengadaan

Penerapan TKDN harus dilakukan secara menyeluruh pada setiap tahapan pengadaan barang/jasa pemerintah, bukan hanya pada tahap pemilihan penyedia.

Perencanaan Pengadaan Berbasis TKDN

Tahap perencanaan merupakan fondasi utama penerapan TKDN. Pada tahap ini, instansi perlu memastikan bahwa kebutuhan barang/jasa telah mempertimbangkan ketersediaan produk dalam negeri.

Beberapa strategi pada tahap perencanaan antara lain:

  • Identifikasi kebutuhan yang dapat dipenuhi produk dalam negeri

  • Penelusuran produk bersertifikat TKDN

  • Penyesuaian spesifikasi teknis agar tidak mengarah pada produk impor

  • Penyusunan RUP yang mendukung penggunaan produk lokal

Penyusunan Spesifikasi Teknis

Spesifikasi teknis harus disusun secara fungsional dan tidak diskriminatif, namun tetap mendukung produk dalam negeri.

Prinsip penyusunan spesifikasi berbasis TKDN meliputi:

  • Fokus pada fungsi dan kinerja, bukan merek

  • Menghindari persyaratan yang menghambat produk lokal

  • Mencantumkan preferensi TKDN sesuai ketentuan

  • Memastikan kesesuaian dengan standar nasional

Pemilihan Penyedia dan Evaluasi Penawaran

Pada tahap pemilihan penyedia, penerapan TKDN dilakukan melalui mekanisme preferensi harga atau persyaratan nilai TKDN tertentu sesuai regulasi.

Tahapan Strategi TKDN
Evaluasi Administrasi Verifikasi dokumen TKDN
Evaluasi Teknis Kesesuaian spesifikasi produk dalam negeri
Evaluasi Harga Penerapan preferensi harga TKDN
Penetapan Pemenang Prioritas produk dengan nilai TKDN

Peran e-Catalog dalam Mendukung Pengadaan Berbasis TKDN

e-Catalog pemerintah menjadi instrumen penting dalam mempercepat penerapan TKDN. Melalui e-Catalog, produk dalam negeri yang telah diverifikasi TKDN dapat diakses dengan lebih mudah oleh instansi pemerintah.

Manfaat e-Catalog dalam pengadaan berbasis TKDN antara lain:

  • Transparansi informasi produk dan nilai TKDN

  • Proses pengadaan yang lebih cepat dan efisien

  • Meminimalkan risiko kesalahan pemilihan produk

  • Meningkatkan kepatuhan terhadap kebijakan TKDN

Pemanfaatan e-Catalog secara optimal menjadi bagian penting dari strategi pengadaan modern dan akuntabel.


Peningkatan Kompetensi ASN Pengadaan dalam Penerapan TKDN

Keberhasilan penerapan TKDN sangat bergantung pada kompetensi ASN yang terlibat dalam pengadaan barang/jasa pemerintah. ASN pengadaan dituntut tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga mampu menerapkannya secara teknis dan tepat.

Kompetensi yang dibutuhkan meliputi:

  • Pemahaman kebijakan TKDN

  • Kemampuan menyusun perencanaan pengadaan berbasis TKDN

  • Penyusunan spesifikasi teknis yang mendukung produk lokal

  • Penggunaan e-Catalog dan sistem pengadaan elektronik

  • Pengendalian dan evaluasi pengadaan berbasis TKDN

Peningkatan kompetensi ini dapat diperkuat melalui program pelatihan terstruktur seperti Pelatihan 2026: Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Berbasis TKDN dan e-Catalog, yang dirancang untuk menjawab kebutuhan praktis aparatur pengadaan.


Dampak Strategis Penerapan TKDN bagi Pemerintah dan Industri

Penerapan TKDN yang konsisten memberikan dampak strategis yang luas, baik bagi pemerintah maupun industri nasional.

Beberapa dampak positif tersebut antara lain:

  • Peningkatan serapan produk dalam negeri

  • Penguatan ekosistem industri nasional

  • Efisiensi dan efektivitas belanja pemerintah

  • Peningkatan kepatuhan terhadap regulasi

  • Penguatan kemandirian ekonomi nasional

Dampak ini menunjukkan bahwa TKDN bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan strategi pembangunan jangka panjang.


Strategi Penguatan Keberlanjutan Penerapan TKDN

Agar penerapan TKDN berjalan berkelanjutan, diperlukan strategi penguatan yang terintegrasi, antara lain:

  • Integrasi TKDN dalam kebijakan internal instansi

  • Monitoring dan evaluasi pengadaan berbasis TKDN

  • Penguatan sinergi antara pemerintah dan industri

  • Peningkatan kualitas produk dalam negeri

  • Pengembangan kapasitas SDM pengadaan secara berkelanjutan

Strategi ini memastikan bahwa penerapan TKDN tidak bersifat temporer, tetapi menjadi budaya dalam pengadaan pemerintah.


FAQ

Apa yang dimaksud dengan TKDN dalam pengadaan pemerintah?
TKDN adalah besaran kandungan produksi dalam negeri pada barang atau jasa yang digunakan dalam pengadaan pemerintah.

Apakah semua pengadaan wajib menggunakan produk TKDN?
Pengadaan wajib memprioritaskan produk dalam negeri sesuai ketentuan dan ketersediaan produk bersertifikat TKDN.

Bagaimana peran e-Catalog dalam penerapan TKDN?
e-Catalog memudahkan instansi memilih produk dalam negeri yang telah diverifikasi nilai TKDN-nya.

Mengapa ASN pengadaan perlu pelatihan khusus TKDN?
Karena penerapan TKDN memerlukan pemahaman regulasi dan kemampuan teknis agar sesuai ketentuan dan efektif.


Penerapan TKDN dalam pengadaan barang/jasa pemerintah merupakan strategi penting untuk memperkuat industri nasional dan memastikan belanja negara memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian dalam negeri. Dengan perencanaan yang tepat, pemanfaatan e-Catalog, serta peningkatan kompetensi ASN pengadaan melalui pelatihan yang terarah, kebijakan TKDN dapat diimplementasikan secara optimal dan berkelanjutan. Saatnya pemerintah pusat dan daerah menjadikan TKDN sebagai fondasi utama dalam pengadaan barang/jasa yang berdaya saing, transparan, dan berpihak pada kepentingan nasional.

Sumber Link:
Strategi Penerapan TKDN dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

author-avatar

Tentang Pusat Diklat Pemerintahan

LINKEU PEMDA merupakan lembaga penyelenggara kegiatan pendidikan, pelatihan, bimbingan teknis, in-house training dan outbound training untuk instansi pemerintahan daerah maupun instansi lainnya seperti BUMN, BUMD, maupun rumah sakit serta perseroan terbatas yang berada di lingkungan pemerintah daerah, baik provinsi, kota, maupun kabupaten.