Bimtek Pemda

Bimbingan Teknis Tatakelola Pengadaan melalui E-Katalog v.6 Pasca Perpres No 46 Tahun 2025 (Praktikum Buku “Jago E-Purchasing Katalog Elektronik v.6”)

Transformasi sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah terus mengalami percepatan seiring dengan tuntutan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas. Salah satu perubahan paling signifikan adalah penguatan peran Katalog Elektronik versi 6 (E-Katalog v.6) sebagai instrumen utama transaksi pengadaan pasca terbitnya Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025.

Perpres ini membawa implikasi besar terhadap tata kelola pengadaan, khususnya dalam pemanfaatan E-Katalog sebagai metode pengadaan prioritas. Tidak hanya mengubah mekanisme teknis, tetapi juga menuntut perubahan pola pikir, kompetensi, dan pemahaman para pelaku pengadaan, mulai dari PA/KPA, PPK, Pejabat Pengadaan, hingga APIP dan penyedia.

Dalam konteks tersebut, Bimbingan Teknis Tatakelola Pengadaan melalui E-Katalog v.6 Pasca Perpres No 46 Tahun 2025 (Praktikum Buku “Jago E-Purchasing Katalog Elektronik v.6”) hadir sebagai solusi strategis untuk meningkatkan pemahaman regulatif sekaligus keterampilan praktis dalam pelaksanaan e-purchasing yang benar, aman, dan akuntabel.


Arah Kebijakan Pengadaan Pasca Perpres No 46 Tahun 2025

Perpres No 46 Tahun 2025 merupakan penyempurnaan kebijakan pengadaan barang dan jasa yang menegaskan komitmen pemerintah terhadap digitalisasi pengadaan. Salah satu penekanan utama adalah optimalisasi penggunaan E-Katalog dalam rangka:

  • Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas

  • Mempercepat proses pengadaan

  • Meminimalkan interaksi langsung yang berpotensi konflik kepentingan

  • Memperluas akses pasar bagi UMKM dan produk dalam negeri

Regulasi ini menempatkan E-Katalog bukan sekadar alternatif, tetapi sebagai instrumen utama pengadaan untuk berbagai jenis barang dan jasa yang telah tersedia di katalog.


Peran Strategis E-Katalog v.6 dalam Tata Kelola Pengadaan

E-Katalog v.6 dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tata kelola pengadaan yang semakin kompleks. Dibandingkan versi sebelumnya, E-Katalog v.6 menawarkan:

  • Antarmuka yang lebih terintegrasi

  • Penguatan kontrol transaksi

  • Penyesuaian dengan regulasi terbaru

  • Dukungan data yang lebih akurat dan real-time

Dengan E-Katalog v.6, proses pengadaan tidak lagi hanya berfokus pada kecepatan transaksi, tetapi juga pada kepatuhan dan kualitas tata kelola.


Perubahan Signifikan E-Katalog v.6 yang Perlu Dipahami

Beberapa perubahan penting yang menjadi fokus dalam bimtek ini antara lain:

  • Penyesuaian alur e-purchasing pasca Perpres No 46 Tahun 2025

  • Penguatan peran PPK dalam pengendalian transaksi

  • Integrasi data pengadaan dengan sistem perencanaan dan anggaran

  • Penekanan pada pemanfaatan produk dalam negeri dan UMKM

  • Mekanisme klarifikasi dan negosiasi yang lebih terstruktur

Perubahan ini menuntut pemahaman yang tidak hanya normatif, tetapi juga aplikatif.


Tantangan Implementasi E-Katalog v.6 di Lapangan

Meskipun E-Katalog v.6 dirancang lebih baik, implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti:

  • Pemahaman regulasi yang belum seragam

  • Kesalahan dalam memilih metode pengadaan

  • Kekeliruan dalam proses negosiasi harga

  • Kurangnya dokumentasi pendukung transaksi

  • Risiko temuan audit akibat ketidaksesuaian prosedur

Tanpa pembekalan yang memadai, E-Katalog justru berpotensi menimbulkan permasalahan baru dalam tata kelola pengadaan.


Urgensi Bimbingan Teknis Tatakelola Pengadaan melalui E-Katalog v.6

Bimbingan teknis menjadi sangat penting untuk menjembatani kesenjangan antara regulasi dan praktik. Melalui bimtek ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami kebijakan pengadaan pasca Perpres No 46 Tahun 2025

  • Menguasai alur e-purchasing E-Katalog v.6

  • Melaksanakan pengadaan secara patuh regulasi

  • Menghindari kesalahan prosedural yang berpotensi temuan audit

  • Meningkatkan kualitas tata kelola pengadaan

Pendekatan bimtek tidak hanya teoritis, tetapi berbasis praktikum dan studi kasus.


Praktikum Berbasis Buku “Jago E-Purchasing Katalog Elektronik v.6”

Keunggulan utama bimtek ini adalah penggunaan buku “Jago E-Purchasing Katalog Elektronik v.6” sebagai panduan praktikum. Buku ini dirancang sebagai panduan langkah demi langkah yang membahas:

  • Konsep dasar e-purchasing

  • Alur transaksi E-Katalog v.6

  • Peran dan tanggung jawab pelaku pengadaan

  • Kesalahan umum dan cara menghindarinya

  • Contoh kasus nyata

Peserta tidak hanya membaca, tetapi langsung mempraktikkan simulasi proses pengadaan berbasis katalog.


Alur Tata Kelola Pengadaan melalui E-Katalog v.6

Dalam bimtek ini, tata kelola pengadaan melalui E-Katalog v.6 dibahas secara sistematis, meliputi:

  • Perencanaan pengadaan dan kesesuaian anggaran

  • Identifikasi kebutuhan yang tersedia di E-Katalog

  • Proses pemilihan produk dan penyedia

  • Negosiasi harga dan spesifikasi

  • Penerbitan pesanan

  • Serah terima barang/jasa

  • Pembayaran dan pelaporan

Setiap tahapan dikaitkan dengan regulasi dan praktik terbaik.


Peran Aktor Pengadaan dalam E-Katalog v.6

Pemahaman peran masing-masing aktor sangat krusial untuk mencegah kesalahan tata kelola.

Peran PA/KPA meliputi:

  • Penetapan kebijakan dan pengendalian anggaran

  • Pengawasan umum pelaksanaan pengadaan

Peran PPK meliputi:

  • Pengendalian teknis dan administratif transaksi

  • Penjaminan kesesuaian kontraktual

Peran Pejabat Pengadaan:

  • Pelaksanaan e-purchasing sesuai prosedur

  • Dokumentasi proses transaksi

Peran APIP:

  • Pengawasan dan pembinaan

  • Pencegahan penyimpangan sejak dini

Artikel yang Terkait dengan Bimtek ini:

  1. Perubahan Mekanisme E-Purchasing Pasca Perpres No 46 Tahun 2025

  2. Kesalahan Umum Pengadaan melalui E-Katalog v.6 dan Cara Menghindarinya

  3. Peran PPK dalam Tata Kelola Pengadaan Berbasis E-Katalog

  4. Strategi Optimalisasi E-Katalog v.6 untuk Efisiensi Anggaran

  5. Hubungan E-Katalog v.6 dengan Audit dan Pengawasan Pengadaan

Contoh Kasus Nyata Implementasi E-Katalog v.6

Studi Kasus Pengadaan Alat Kesehatan

Sebuah rumah sakit daerah melakukan pengadaan alat kesehatan melalui E-Katalog. Dalam audit internal ditemukan:

  • Produk dipilih tanpa justifikasi kebutuhan yang memadai

  • Negosiasi harga tidak terdokumentasi

  • Spesifikasi teknis tidak dicantumkan secara lengkap

Melalui pendekatan tata kelola yang benar dan pemahaman E-Katalog v.6, kesalahan ini dapat dicegah sejak tahap perencanaan.


Studi Kasus Pengadaan ATK Pemerintah Daerah

Pengadaan ATK dilakukan berulang kali dalam satu tahun tanpa konsolidasi kebutuhan. Dampaknya:

  • Harga menjadi kurang efisien

  • Potensi pelanggaran prinsip value for money

Dalam bimtek dijelaskan bagaimana E-Katalog v.6 dapat digunakan untuk perencanaan pengadaan yang lebih terstruktur dan efisien.


Perbandingan Tata Kelola Pengadaan Sebelum dan Sesudah E-Katalog v.6

Aspek Sebelum E-Katalog v.6 Sesudah E-Katalog v.6
Transparansi Terbatas Tinggi
Kecepatan Relatif Lambat Lebih Cepat
Risiko Penyimpangan Tinggi Lebih Terkendali
Dokumentasi Manual Terdigitalisasi
Akuntabilitas Variatif Lebih Kuat

Manfaat Strategis Mengikuti Bimtek E-Katalog v.6

Manfaat yang diperoleh peserta antara lain:

  • Pemahaman regulasi terbaru pengadaan

  • Keterampilan praktis e-purchasing

  • Penguatan tata kelola dan kepatuhan

  • Pengurangan risiko temuan audit

  • Peningkatan profesionalisme pelaku pengadaan

Bimtek ini relevan untuk instansi pemerintah pusat, daerah, BUMN, dan BUMD.


FAQ Seputar Bimbingan Teknis E-Katalog v.6

Apa tujuan utama bimtek ini?
Meningkatkan pemahaman dan keterampilan tata kelola pengadaan melalui E-Katalog v.6 pasca Perpres No 46 Tahun 2025.

Siapa yang sebaiknya mengikuti bimtek ini?
PA/KPA, PPK, Pejabat Pengadaan, APIP, dan pengelola pengadaan lainnya.

Apakah bimtek ini membahas praktik langsung?
Ya, bimtek dilengkapi praktikum berbasis buku Jago E-Purchasing.

Apakah membahas kesalahan umum dalam e-purchasing?
Ya, termasuk studi kasus dan mitigasi risiko.

Bagaimana kaitan E-Katalog v.6 dengan audit pengadaan?
E-Katalog v.6 memperkuat dokumentasi dan transparansi sehingga mendukung audit.

Apakah materi relevan untuk pemerintah daerah?
Sangat relevan karena E-Katalog digunakan lintas level pemerintahan.


Penutup

Bimbingan Teknis Tatakelola Pengadaan melalui E-Katalog v.6 Pasca Perpres No 46 Tahun 2025 merupakan langkah strategis untuk memastikan pengadaan barang dan jasa berjalan sesuai regulasi, efisien, dan akuntabel. Dengan pendekatan praktikum berbasis buku “Jago E-Purchasing Katalog Elektronik v.6”, bimtek ini tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga kesiapan implementasi di lapangan.

Melalui penguatan kompetensi pelaku pengadaan, E-Katalog v.6 dapat menjadi instrumen utama dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang modern dan berintegritas.


Tingkatkan pemahaman regulasi, kuasai praktik E-Katalog v.6, dan wujudkan tata kelola pengadaan yang transparan serta akuntabel bersama bimbingan teknis ini.

Sumber Link:
Bimbingan Teknis Tatakelola Pengadaan melalui E-Katalog v.6 Pasca Perpres No 46 Tahun 2025 (Praktikum Buku “Jago E-Purchasing Katalog Elektronik v.6”)

author-avatar

Tentang Pusat Diklat Pemerintahan

LINKEU PEMDA merupakan lembaga penyelenggara kegiatan pendidikan, pelatihan, bimbingan teknis, in-house training dan outbound training untuk instansi pemerintahan daerah maupun instansi lainnya seperti BUMN, BUMD, maupun rumah sakit serta perseroan terbatas yang berada di lingkungan pemerintah daerah, baik provinsi, kota, maupun kabupaten.