Pusat Bimtek

Bimtek Manajemen Keuangan & Penyusunan RBA / Laporan Keuangan

Penguatan tata kelola keuangan pada satuan kerja pemerintahan, khususnya Badan Layanan Umum (BLU) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), menjadi kebutuhan wajib di tengah tuntutan transparansi, akuntabilitas, serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Melalui Bimtek Manajemen Keuangan & Penyusunan RBA / Laporan Keuangan, setiap unit layanan diharapkan mampu melakukan perencanaan anggaran yang efektif, pengelolaan kas yang sehat, pencatatan keuangan yang tertib, hingga penyusunan laporan keuangan yang sesuai standar.

Artikel ini menjadi konten pilar yang dapat memperkuat topik-topik turunan terkait pelatihan, pendampingan, maupun implementasi sistem manajemen keuangan BLU/BLUD. Pembahasannya mencakup konsep fundamental, regulasi, praktik terbaik, contoh kasus, langkah teknis penyusunan RBA dan laporan keuangan, serta tantangan yang sering muncul di lapangan.


Pengantar: Pentingnya Tata Kelola Keuangan Berbasis Kinerja

Tantangan utama BLU/BLUD saat ini bukan hanya memberikan layanan terbaik, tetapi juga mempertanggungjawabkan setiap rupiah yang dikelola. Pendekatan berbasis kinerja (performance-based budgeting) dan akuntansi berbasis akrual menuntut struktur perencanaan dan pelaporan yang jauh lebih modern.

Ada beberapa alasan mengapa bimtek di bidang ini menjadi sangat penting:

  • Banyak unit BLU/BLUD masih mengalami kesulitan menyusun RBA yang selaras dengan visi kinerja.

  • Pengetahuan tentang standar akuntansi pemerintah (SAP) dan penyusunan laporan keuangan sering tidak merata.

  • Pergantian SDM dan kurangnya pelatihan berkelanjutan membuat tata kelola tidak konsisten.

  • Implementasi digitalisasi keuangan memerlukan kesiapan teknis dan pemahaman manajerial.

Ketidaksiapan dalam aspek tersebut sering menyebabkan masalah seperti penolakan laporan, ketidaksesuaian audit, hingga kendala pencairan anggaran.


Panduan lengkap Bimtek Manajemen Keuangan & Penyusunan RBA/Laporan Keuangan untuk BLU/BLUD agar lebih akuntabel, efisien, dan sesuai regulasi terbaru.


Definisi Manajemen Keuangan dalam Konteks BLU/BLUD

Manajemen keuangan BLU/BLUD adalah serangkaian proses yang mencakup:

  • Perencanaan anggaran

  • Penganggaran berbasis kinerja

  • Penetapan tarif layanan

  • Mekanisme PNBP atau pendapatan BLUD

  • Pengendalian internal

  • Penyusunan laporan keuangan

  • Audit dan evaluasi

Model ini memberikan fleksibilitas kepada BLU/BLUD untuk mengelola keuangannya sendiri, tetapi tetap dalam koridor aturan pemerintah.


Landasan Hukum Pengelolaan Keuangan BLU/BLUD

Setiap kegiatan manajemen keuangan harus sesuai dengan regulasi. Beberapa yang paling relevan meliputi:

Regulasi untuk BLU Nasional

  • PP 23/2005 jo. PP 74/2012 tentang Pengelolaan Keuangan BLU

  • PMK 129/PMK.05/2020 tentang Pedoman Pengelolaan BLU

  • Permenkeu terkait tarif layanan, remunerasi, dan akuntansi BLU

Regulasi untuk BLUD Daerah

  • Permendagri 79/2018 tentang BLUD

  • Permendagri 77/2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah

  • Regulasi gubernur/bupati/wali kota terkait tarif, remunerasi, dan mekanisme keuangan BLUD

Regulasi ini memastikan BLU/BLUD dapat mengelola keuangan secara fleksibel namun tetap akuntabel.


Konsep Dasar RBA (Rencana Bisnis dan Anggaran)

RBA merupakan dokumen utama dalam perencanaan layanan berbasis kinerja. Penyusunan RBA wajib dilakukan setiap tahun dan menjadi dasar operasional, anggaran, hingga evaluasi.

Isi Umum RBA

RBA biasanya memuat:

  1. Ringkasan eksekutif

  2. Analisis situasi dan evaluasi tahun sebelumnya

  3. Rencana strategis dan indikator kinerja

  4. Program dan kegiatan prioritas

  5. Rincian anggaran pendapatan dan belanja

  6. Proyeksi biaya dan sumber pendapatan

  7. Analisis risiko

  8. Lampiran teknis dan perhitungan tarif

RBA yang baik harus bersifat realistis, terukur, serta selaras dengan target kinerja.


Hubungan RBA dengan Manajemen Keuangan dan Laporan Keuangan

RBA menjadi fondasi dari seluruh proses manajemen keuangan. Ketidaktepatan dalam penyusunan RBA akan berdampak pada pelaksanaan anggaran dan pelaporan keuangan. Hubungannya meliputi:

  • RBA menentukan alokasi anggaran untuk setiap unit layanan.

  • Laporan keuangan memberi umpan balik atas realisasi RBA.

  • Analisis kinerja keuangan membantu perbaikan RBA tahun berikutnya.

Dengan kata lain, RBA dan laporan keuangan merupakan satu siklus terpadu.


Bagian ini menjadi inti dari pelatihan teknis penyusunan dokumen perencanaan. Penyusunan RBA dilakukan dengan pendekatan logis, sistematis, dan berbasis data.


1. Evaluasi RBA Tahun Sebelumnya

Langkah pertama adalah menganalisis realisasi tahun sebelumnya:

Contoh kasus nyata:

Sebuah BLUD Rumah Sakit Daerah mengalami selisih target pendapatan karena jumlah kunjungan pasien menurun pada Q2 akibat renovasi ruang rawat. Evaluasi ini penting agar proyeksi pendapatan tahun berikutnya lebih realistis serta RBA menyertakan mitigasi risiko operasional.


2. Menyusun Proyeksi Pendapatan

Pendapatan BLU/BLUD dapat berupa:

Proyeksi pendapatan harus berlandaskan:


3. Menentukan Program dan Kegiatan Prioritas

Program prioritas harus sesuai dengan Renstra dan indikator kinerja utama (IKU). Contoh:

  • Peningkatan mutu layanan

  • Investasi sarana dan prasarana

  • Optimalisasi digitalisasi layanan

  • Efisiensi pengelolaan sumber daya


4. Menyusun Rincian Belanja

Belanja BLU/BLUD dibagi:

Belanja Operasional

  • Gaji/insentif/TPP

  • Bahan habis pakai

  • Pemeliharaan

  • Utilitas

Belanja Non-operasional

  • Investasi sarpras

  • Pembayaran utang

  • Pengadaan aset

Tabel ringkas contoh struktur belanja:

Jenis Belanja Subkategori Contoh Penggunaan
Operasional Pegawai Insentif pegawai BLU
Operasional Bahan Reagen lab, tinta printer
Non-Operasional Investasi Pembelian alat medis
Non-Operasional Pemeliharaan Perawatan AC, generator

5. Penyusunan Indikator Kinerja

Indikator yang digunakan dapat berupa:

Indikator kinerja harus SMART: Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound.


6. Analisis Risiko

Risiko umum:

  • Risiko pendapatan tidak tercapai

  • Risiko operasional layanan

  • Risiko pengadaan

  • Risiko SDM

  • Risiko teknologi informasi

Strategi mitigasi harus dicantumkan secara jelas.


Manajemen keuangan bukan hanya pencatatan dan pelaporan, tetapi pengelolaan seluruh siklus keuangan agar BLU/BLUD berjalan efisien dan berkelanjutan.


Siklus Manajemen Keuangan

  1. Perencanaan anggaran (melalui RBA)

  2. Pelaksanaan anggaran

  3. Penatausahaan keuangan

  4. Pengendalian internal

  5. Akuntansi dan pelaporan

  6. Evaluasi dan audit


Pengelolaan Kas dan Aset

Pengelolaan kas meliputi:

  • Rekening kas BLU/BLUD

  • Pengaturan arus kas (cash flow)

  • Manajemen piutang dan utang

  • Simpanan investasi jangka pendek

Pengelolaan aset meliputi:

  • Inventarisasi

  • Penilaian aset

  • Penyusutan

  • Penghapusan


Pengendalian Internal dan Kepatuhan

Pengendalian internal diperlukan agar:

Beberapa alat kontrol:

  • SOP keuangan

  • Audit internal

  • Rekonsiliasi rutin

  • Approval berjenjang

  • Sistem informasi digital


Laporan keuangan yang disusun harus mengikuti Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) berbasis akrual.


Komponen Utama Laporan Keuangan

  1. Laporan Realisasi Anggaran (LRA)

  2. Laporan Operasional (LO)

  3. Neraca

  4. Laporan Perubahan Ekuitas (LPE)

  5. Laporan Arus Kas (LAK)

  6. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)


Kesalahan Umum Penyusunan Laporan Keuangan

  • Rekonsiliasi tidak lengkap

  • Penyusutan aset tidak dilakukan

  • Piutang tidak tertagih mencemari neraca

  • Kesalahan klasifikasi akun

  • Dokumen pendukung tidak tertib


Contoh Kasus Nyata

Sebuah BLUD Puskesmas mengalami temuan audit karena pencatatan aset alat kesehatan yang tidak sesuai nilai perolehan. Setelah dilakukan pendampingan pelatihan, aset dinilai ulang, pencatatan diperbaiki, dan laporan keuangan berikutnya mendapatkan opini lebih baik dari inspektorat daerah.


Saat ini pemerintah mendorong integrasi sistem informasi seperti:

Keuntungan digitalisasi:

  • Minim kesalahan manual

  • Proses cepat dan transparan

  • Data otomatis terintegrasi

  • Mempermudah audit dan monitoring


Berikut beberapa masalah nyata yang sering ditemukan:

  • SDM keuangan terbatas atau kurang terlatih

  • Peralihan dari sistem manual ke digital

  • Kesulitan memahami SAP

  • Ketidaksesuaian antara RBA dan laporan keuangan

  • Tidak ada analisis kinerja yang memadai

  • Dokumentasi pendukung tidak lengkap

Bimtek menjadi solusi strategis untuk memperbaiki kemampuan dan konsistensi tata kelola.


Beberapa manfaat konkret bagi institusi:

  • Kemampuan menyusun RBA lebih akurat dan terukur

  • Laporan keuangan memenuhi standar SAP

  • Mengurangi risiko temuan audit

  • Meningkatkan kualitas pengambilan keputusan

  • Mendukung pelayanan publik yang lebih optimal

  • Meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan


  1. Panduan Praktis Penyusunan RBA BLUD Sesuai Permendagri 79/2018

  2. Cara Menyusun Laporan Keuangan BLU Berbasis Akrual


1. Siapa yang wajib mengikuti bimtek ini?
Staf keuangan, perencana, pejabat pengelola BLU/BLUD, auditor internal, dan pimpinan unit layanan.

2. Apakah BLUD baru wajib memiliki RBA?
Ya, RBA adalah dokumen wajib untuk operasional dan dasar penyusunan anggaran.

3. Apa perbedaan laporan keuangan BLU dan instansi pemerintah biasa?
BLU menggunakan fleksibilitas pengelolaan keuangan dan menyusun laporan sesuai SAP berbasis akrual.

4. Mengapa sering terjadi selisih laporan dan RBA?
Biasanya karena perencanaan kurang realistis, pencatatan tidak konsisten, atau rekonsiliasi tidak dilakukan rutin.

5. Apa saja kemampuan yang diperoleh setelah bimtek?
Kemampuan menyusun RBA, mengelola kas, membuat laporan keuangan, serta memahami regulasi keuangan BLU/BLUD.

6. Apakah bimtek mencakup studi kasus nyata?
Ya, biasanya disertai simulasi, template, dan pendampingan teknis.

7. Apakah harus menggunakan sistem digital?
Saat ini dianjurkan untuk efisiensi, integrasi, dan pemenuhan standar audit.


Siap meningkatkan kompetensi SDM keuangan instansi Anda?
Hubungi kami untuk jadwal pelatihan terbaru dan jadikan tata kelola keuangan BLU/BLUD Anda lebih profesional, transparan, dan berstandar nasional.

Sumber Link: Bimtek Manajemen Keuangan & Penyusunan RBA / Laporan Keuangan

author-avatar

Tentang Pusat Diklat Pemerintahan

LINKEU PEMDA merupakan lembaga penyelenggara kegiatan pendidikan, pelatihan, bimbingan teknis, in-house training dan outbound training untuk instansi pemerintahan daerah maupun instansi lainnya seperti BUMN, BUMD, maupun rumah sakit serta perseroan terbatas yang berada di lingkungan pemerintah daerah, baik provinsi, kota, maupun kabupaten.