Pusat Bimtek

Bimtek Perencanaan dan Penganggaran Terpadu dengan Prinsip Value for Money

Dalam era tata kelola publik yang semakin menuntut transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas, penyusunan anggaran serta implementasinya tidak hanya soal angka-angka, tetapi lebih jauh harus berorientasi pada hasil yang nyata bagi masyarakat. Pelatihan atau bimbingan teknis (bimtek) Perencanaan dan Penganggaran Terpadu dengan Prinsip Value for Money hadir sebagai pijakan strategis bagi instansi pemerintah, lembaga publik, maupun unit kerja yang ingin mengoptimalkan proses anggaran mereka. Artikel ini akan menjadi konten pilar yang mendalam untuk memahami seluk-beluk, kerangka kerja, implementasi hingga tantangan dan strategi suksesnya.


Apa yang Dimaksud Dengan Perencanaan dan Penganggaran Terpadu?

Ruang Lingkup dan Pengertian

Perencanaan dan penganggaran terpadu (Unified Planning and Budgeting) adalah pendekatan yang mengintegrasikan seluruh proses perencanaan pembangunan dan penganggaran dalam satu kerangka. Menurut konsep, penganggaran terpadu memuat semua kegiatan instansi pemerintah, termasuk belanja rutin dan pembangunan, dalam struktur yang jelas untuk menghindari duplikasi dan meningkatkan efisiensi. kppntanjungbalai.files.wordpress.com+1
Dengan demikian, bimtek ini menekankan hubungan erat antara proses perencanaan (apa yang akan dilakukan) dengan penganggaran (berapa dana dan bagaimana dialokasikan) agar setiap rupiah yang digunakan benar-benar tepat sasaran.

Tujuan Utama Pendekatan Terpadu

Beberapa tujuan utama penganggaran terpadu antara lain:

Komponen Utama

Dalam praktiknya, perencanaan dan penganggaran terpadu melibatkan beberapa komponen penting:

  • Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) → Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) → Rencana Kerja Pemerintah (RKP) → RKA/KL atau APBD. kppntanjungbalai.files.wordpress.com

  • Medium Term Expenditure Framework (MTEF) atau kerangka pengeluaran jangka menengah, yang memproyeksikan alokasi anggaran ke beberapa tahun ke depan. kppntanjungbalai.files.wordpress.com

  • Anggaran Berbasis Kinerja (Performance-Based Budgeting) yang menekankan output/outcome. kppntanjungbalai.files.wordpress.com

  • Integrasi unit-unit organisasi, program, dan kegiatan agar selaras dengan tujuan strategis organisasi dan prioritas nasional.


Bimtek Perencanaan dan Penganggaran Terpadu dengan Prinsip Value for Money — pelatihan strategis untuk optimalisasi anggaran dan kinerja organisasi publik.


Prinsip Value for Money (VfM) dalam Penganggaran Publik

Definisi dan Konsep Dasar

Prinsip Value for Money (VfM) dapat diartikan sebagai “melakukan hal yang tepat dengan cara yang tepat untuk mencapai manfaat maksimal bagi masyarakat”. Dalam konteks anggaran publik, ini berarti setiap rupiah yang dikeluarkan harus mampu menghasilkan manfaat yang optimal, dengan biaya yang minimal, dan hasil yang tepat sasaran. Publikasi Mercu Buana+1
Secara umum, VfM meliputi tiga pilar utama: ekonomis (economy), efisiens (efficiency), dan efektivitas (effectiveness). akademik.apmd.ac.id

Pilar-Pilar Value for Money

Pilar Deskripsi
Ekonomis (Economy) Menggunakan sumber daya dengan biaya paling rendah tanpa mengurangi kualitas.
Efisiens (Efficiency) Menghasilkan output sebanyak mungkin dengan input yang tersedia atau menghasilkan output sama dengan biaya yang lebih rendah.
Efektivitas (Effectiveness) Mencapai tujuan/kinerja yang telah ditetapkan dan berdampak nyata terhadap target manfaat.

Beberapa literatur juga menambahkan elemen keadilan (equity) atau kemanfaatan (benefit) serta accessibility sebagai bagian dari VfM. Publikasi Mercu Buana

Kenapa VfM Penting dalam Penganggaran Terpadu?

  • Menjamin bahwa alokasi anggaran tidak hanya “terserap” tetapi juga “bermanfaat” bagi publik dan selaras dengan prioritas. Sebagai contoh, instansi di DIY melakukan supervisi pagu anggaran 2026 dengan fokus VfM agar anggaran berjalan efisien, efektif, dan sesuai prioritas nasional. jogja.kemenkum.go.id

  • Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan publik. Penelitian menunjukkan akuntabilitas dan pengawasan secara signifikan mempengaruhi kinerja anggaran berkonsep VfM. Publikasi Mercu Buana+1

  • Sebagai alat pengendalian dan evaluasi agar tidak terjadi pemborosan atau alokasi yang tidak tepat sasaran.

Indikator Pelaksanaan VfM

Beberapa indikator yang bisa digunakan oleh instansi publik untuk menilai penerapan VfM:

  • Rasio biaya terhadap output atau hasil (cost/output atau cost/outcome)

  • Konsistensi antara anggaran yang direncanakan dan realisasi yang memberikan manfaat

  • Terdapat monitoring dan evaluasi yang memadai terhadap hasil program

  • Pelibatan pemangku kepentingan dalam proses perencanaan dan anggaran sehingga anggaran sesuai kebutuhan masyarakat

  • Minimnya duplikasi kegiatan dan penggunaan dana yang tidak sesuai prioritas


Hubungan Antara Perencanaan & Penganggaran Terpadu dengan Prinsip VfM

Sinergi Konsep

Perencanaan dan penganggaran terpadu memberikan kerangka yang sistematis untuk menerapkan prinsip VfM. Dengan pendekatan terpadu:

  • Proses perencanaan lebih matang, sehingga program/kegiatan yang dipilih sudah berbasis kebutuhan dan prioritas, bukan sekadar ad-hoc.

  • Penganggaran jelas terkait dengan target kinerja, output dan outcome yang diharapkan.

  • Proses integrasi, hindari duplikasi, mempermudah alokasi dana yang efisien.

  • Monitoring dan evaluasi menjadi bagian dari siklus anggaran, memungkinkan penilaian apakah anggaran menghasilkan VfM.

Tahapan dalam Bimtek Untuk Integrasi

Pelatihan bimtek harus mencakup beberapa tahapan berikut agar sinergi tercapai:

  1. Pemahaman visi, misi dan prioritas organisasi serta kontekstualisasi dengan kebijakan nasional.

  2. Penyusunan rencana strategis (Renstra) dan rencana kerja tahunan (RKT) yang selaras.

  3. Penyusunan anggaran berbasis kinerja dengan mekanisme penganggaran terpadu termasuk review ulang program/kegiatan lama.

  4. Penetapan indikator kinerja (output/outcome) dan target yang jelas.

  5. Implementasi dengan kontrol internal dan eksternal serta evaluasi berkelanjutan agar prinsip VfM diterapkan.

  6. Pelaporan, pengawasan, dan akuntabilitas untuk memastikan penggunaan anggaran benar-benar memberikan manfaat.

Tantangan Integrasi

Beberapa tantangan umum yang sering muncul:

  • Keterbatasan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam memahami konsep terpadu dan VfM.

  • Data dan sistem informasi yang belum lengkap atau belum terintegrasi sehingga sulit melakukan evaluasi output/outcome.

  • Budaya anggaran yang masih input-oriented (fokus pada belanja) daripada hasil.

  • Resistensi perubahan internal karena adanya kebiasaan lama (silo antar unit).

  • Dukungan regulasi atau sistem pengawasan yang belum optimal.


Manfaat Bimtek Perencanaan & Penganggaran Terpadu dengan Prinsip VfM

Bagi Instansi Pemerintah atau Publik

  • Meningkatkan kualitas pengambilan keputusan anggaran sehingga alokasi lebih tepat sasaran.

  • Mengoptimalkan pemanfaatan anggaran: setiap program mendapatkan dana sesuai dengan kebutuhan dan manfaat.

  • Meningkatkan kepercayaan publik karena penggunaan dana publik yang transparan dan efektif.

  • Memperkuat tata kelola keuangan publik dan meminimalkan pemborosan, korupsi, atau inefisiensi.

  • Mempermudah pelaporan dan evaluasi kinerja, baik internal maupun eksternal.

Bagi Peserta Bimtek (Individu/Tim)

  • Meningkatkan kompetensi dalam menyusun perencanaan dan anggaran yang terpadu serta berbasis hasil.

  • Memahami dan mampu menerapkan prinsip VfM dalam praktik kerja sehari-hari.

  • Mampu merancang indikator kinerja dan mekanisme evaluasi yang relevan.

  • Menjadi agen perubahan yang mendorong budaya anggaran yang lebih baik dalam organisasi.

Bagi Masyarakat dan Pelayanan Publik

  • Program dan kegiatan publik yang dihasilkan lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.

  • Penggunaan anggaran publik yang lebih efisien dan efektif akan menghasilkan pelayanan yang lebih baik.

  • Masyarakat memiliki dasar lebih kuat untuk melakukan akuntabilitas sosial karena proses anggaran yang lebih terbuka.


Struktur Program Bimtek: Modul & Materi Utama

Berikut contoh struktur modul dalam pelatihan bimtek yang dapat diaplikasikan:

Modul Isi Utama
Modul 1 Konteks dan kebutuhan reformasi perencanaan dan penganggaran; regulasi dan kebijakan terkini (mis. Peraturan Menteri Keuangan No. 62 Tahun 2023 terkait RKA-K/L) Kementerian Keuangan Republik Indonesia
Modul 2 Konsep penganggaran terpadu: unified budgeting, MTEF, performance budgeting kppntanjungbalai.files.wordpress.com+1
Modul 3 Prinsip Value for Money: definisi, pilar, indikator, studi empiris Publikasi Mercu Buana+1
Modul 4 Integrasi perencanaan dan penganggaran dengan Prinsip VfM: tahapan operasional, tools, template
Modul 5 Studi kasus nyata dan simulasi penyusunan anggaran berbasis VfM
Modul 6 Monitoring, evaluasi, dan pelaporan: KPI, audit anggaran, mekanisme pengawasan
Modul 7 Pengembangan budaya organisasi dan manajemen perubahan dalam anggaran publik

Contoh Kasus Nyata

Kasus 1: Supervisi Pagu Anggaran di Kanwil DIY

Sebagai contoh nyata, pada September 2025, Kantor Wilayah Kementerian Hukum DIY membuka supervisi pagu anggaran TA 2026 dengan fokus pada prinsip VfM. Dalam sambutannya dikatakan bahwa setiap rupiah harus memberikan dampak maksimal dan manfaat nyata bagi masyarakat, dan agar anggaran berjalan efisien dan efektif serta sesuai prioritas nasional. jogja.kemenkum.go.id
Hal ini menggambarkan bagaimana penganggaran terpadu dan VfM dapat diterapkan dalam praktik: menyelaraskan anggaran dengan visi/misi, menghindari duplikasi, memperkuat akuntabilitas.

Kasus 2: Penelitian Penerapan VfM di SKPD DKI Jakarta

Penelitian empiris pada 43 SKPD di Provinsi DKI Jakarta menunjukkan bahwa akuntabilitas dan pengawasan secara signifikan mempengaruhi kinerja anggaran berkonsep VfM, sedangkan transparansi tidak terbukti signifikan pada taraf 5%. Publikasi Mercu Buana+1
Temuan ini menegaskan bahwa dalam konteks penganggaran publik, faktor internal seperti akuntabilitas dan pengawasan memiliki peran penting dalam memastikan anggaran menghasilkan manfaat nyata.


Langkah Praktis untuk Menerapkan Bimtek di Organisasi Anda

Berikut tahapan yang bisa diikuti oleh organisasi yang ingin mengimplementasikan program bimtek perencanaan dan penganggaran terpadu dengan VfM:

  1. Analisis kebutuhan: Lakukan diagnosis internal terhadap proses perencanaan dan penganggaran saat ini — termasuk kapabilitas SDM, sistem informasi, budaya organisasi.

  2. Desain program bimtek: Sesuaikan materi dengan kebutuhan organisasi; misalnya modul dasar dan lanjutan, durasi, metode (offline/online/hybrid).

  3. Pelaksanaan pelatihan: Libatkan tim perencanaan, keuangan, penganggaran, auditur internal; gunakan metode interaktif seperti studi kasus, simulasi, workshop.

  4. Penerapan hasil pelatihan: Terapkan template yang telah dibahas dalam bimtek ke anggaran nyata; susun rencana aksi dan timeline implementasi.

  5. Monitoring dan evaluasi: Tetapkan indikator keberhasilan (misalnya persentase program yang tercapai, rasio cost/benefit, kepuasan stakeholder); jadwalkan review berkala.

  6. Pembelajaran dan perbaikan: Gunakan hasil evaluasi untuk menyempurnakan proses perencanaan dan penganggaran di siklus berikutnya; kembangkan budaya pembelajaran.


Tips Sukses Pelaksanaan Bimtek dan Implementasi VfM

  • Libatkan pemangku kepentingan utama sejak awal: pimpinan, tim keuangan, unit teknis, masyarakat (jika relevan).

  • Gunakan data dan bukti (evidence-based) dalam perencanaan; hindari estimasi yang semata-mata asumsi.

  • Pastikan sistem informasi anggaran dan kinerja terintegrasi agar monitoring/outcome mudah diukur.

  • Komunikasikan manfaat kepada seluruh pegawai agar ada buy-in terhadap perubahan budaya anggaran.

  • Jadwalkan evaluasi setelah pelatihan untuk melihat praktik nyata dan melakukan adjust­ments.

  • Pastikan bahwa setiap kegiatan memiliki indikator kinerja dan target yang jelas — bukan hanya program yang berjalan.

  • Hindari duplikasi antar unit: susun program/kegiatan dalam format terpadu dan sinergis.

  • Lakukan audit internal atau review pihak ketiga untuk memastikan prinsip VfM diterapkan dan ada transparansi.


 Tantangan Umum dan Solusinya

Tantangan Solusi
Kapasitas SDM terbatas dalam memahami konsep terpadu dan VfM Adakan pelatihan intensif dan mentoring, jangan hanya seminar singkat
Data dan sistem belum memadai Investasi dalam sistem TI yang terintegrasi dan sederhana; mulai dari pilot unit kecil
Fokus anggaran masih input-oriented Ubah paradigma ke output/outcome, tetapkan indikator hasil yang jelas
Resistensi perubahan internal Libatkan pegawai sejak tahap awal, komunikasikan manfaat, berikan reward/insentif
Evaluasi dan pengawasan lemah Kuatkan fungsi pengawasan, audit internal, laporan publik, benchmarking antar unit

FAQ (Pertanyaan-Jawaban)

1. Apa perbedaan antara anggaran biasa dan anggaran terpadu?
Anggaran biasa seringkali hanya menyusun anggaran tahunan tanpa integrasi yang jelas dengan perencanaan jangka menengah, dan kadang terjadi duplikasi antar unit. Anggaran terpadu mengintegrasikan seluruh proses perencanaan dan penganggaran, memastikan sinergi antar program/kegiatan serta orientasi kinerja (output/outcome). kppntanjungbalai.files.wordpress.com+1

2. Bagaimana cara memastikan bahwa anggaran sudah menerapkan prinsip Value for Money?
Beberapa langkah: menetapkan indikator kinerja yang jelas (output/outcome), menghitung rasio cost terhadap manfaat program, melakukan monitoring dan evaluasi, serta memastikan akuntabilitas dan pengawasan yang kuat. Penelitian menunjukkan akuntabilitas dan pengawasan berpengaruh signifikan terhadap kinerja anggaran berkonsep VfM. Publikasi Mercu Buana

3. Siapa yang sebaiknya mengikuti bimtek ini?
Pimpinan organisasi, bagian perencanaan, keuangan, penganggaran, tim audit/internal control, serta unit teknis yang mengusulkan atau melaksanakan program/kegiatan anggaran — karena semua pihak memiliki peran dalam proses terpadu dan penerapan VfM.

4. Apakah regulasi mendukung penganggaran terpadu dan VfM di Indonesia?
Ya. Contohnya, dalam regulasi serta dokumen reformasi penganggaran disebutkan bahwa penganggaran terpadu dan penerapan VfM merupakan bagian dari reformasi pengelolaan keuangan publik. analisanggaran.id+1

5. Bagaimana mengukur keberhasilan penerapan bimtek ini di organisasi?
Keberhasilan dapat dilihat dari: peningkatan persentase program yang mencapai target output/outcome, penurunan duplikasi anggaran, efisiensi biaya (lebih banyak manfaat dengan biaya yang sama atau lebih kecil), peningkatan kualitas pelaporan, dan kepuasan stakeholder internal/eksternal.

6. Apakah hanya sektor pemerintah yang relevan dengan bimtek ini?
Walaupun konteksnya banyak di pemerintahan, prinsip perencanaan terpadu dan VfM juga dapat diterapkan di lembaga publik non-pemerintah, organisasi nirlaba, maupun BUMN/BUMD yang menggunakan dana publik atau menerima subsidi publik.

7. Berapa lama idealnya pembelajaran untuk bimtek ini agar hasilnya maksimal?
Idealnya bimtek dilakukan secara bertahap – misalnya workshop 2-3 hari untuk pembekalan dasar, kemudian pendampingan selama beberapa bulan (mentoring) hingga implementasi nyata dalam unit kerja, dan evaluasi ulang setelah satu siklus anggaran.


Kesimpulan

Pelatihan Bimtek Perencanaan dan Penganggaran Terpadu dengan Prinsip Value for Money merupakan program strategis bagi organisasi publik dan unit kerja yang ingin menghadapi era penganggaran yang semakin kompleks, transparan, dan berdampak nyata. Dengan memahami kerangka penganggaran terpadu, menerapkan prinsip VfM secara sistematis, dan menyiapkan proses, SDM, sistem informasi serta pengawasan yang layak, organisasi akan mampu mengalokasikan dana secara tepat, memaksimalkan manfaat bagi masyarakat, dan memperkuat tata kelola publik. Transformasi ini bukan hanya sekadar teori, tetapi praktik nyata yang berdampak — seperti yang sudah terlihat dalam supervisi anggaran DIY atau penelitian di DKI Jakarta.

Pelaksanaan bimtek ini tidak hanya sekadar pelatihan, tetapi juga langkah awal menuju budaya anggaran yang modern, akuntabel dan berorientasi hasil. Dengan komitmen yang kuat dan mekanisme yang sistematis, organisasi Anda bisa menjadi contoh penerapan anggaran publik yang benar-benar menghasilkan Value for Money.

Hubungi Tim Pelatihan untuk scheduling, materi lengkap, dan konsultasi early bird.

Sumber Link: Bimtek Perencanaan dan Penganggaran Terpadu dengan Prinsip Value for Money

author-avatar

Tentang Pusat Diklat Pemerintahan

LINKEU PEMDA merupakan lembaga penyelenggara kegiatan pendidikan, pelatihan, bimbingan teknis, in-house training dan outbound training untuk instansi pemerintahan daerah maupun instansi lainnya seperti BUMN, BUMD, maupun rumah sakit serta perseroan terbatas yang berada di lingkungan pemerintah daerah, baik provinsi, kota, maupun kabupaten.