Bimtek Pemda

Panduan Praktis Penyusunan Renstra Perangkat Daerah Berbasis Data

Penyusunan Renstra Perangkat Daerah merupakan proses yang sangat penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Dokumen ini tidak hanya menjadi acuan arah pembangunan bagi OPD, tetapi juga menjadi dasar dalam penentuan program, kegiatan, target kinerja, dan kebutuhan anggaran selama lima tahun ke depan. Di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas publik, Renstra OPD kini harus disusun berbasis data, bukan sekadar menyalin dokumen tahun sebelumnya.

Artikel ini menyajikan panduan lengkap, praktis, dan aplikatif mengenai penyusunan Renstra Perangkat Daerah yang berbasis data serta selaras dengan regulasi perencanaan terbaru. Artikel ini juga terhubung dengan konten pilar: [Bimtek Komprehensif Penyelarasan RPJMD dengan Renstra Perangkat Daerah Sesuai Permendagri Terbaru], sebagai referensi mendalam tentang teknik penyelarasan RPJMD–Renstra OPD.


Pentingnya Penyusunan Renstra OPD Berbasis Data

Penyusunan Renstra berbasis data membawa banyak manfaat strategis bagi perangkat daerah, di antaranya:

1. Menghasilkan Dokumen Perencanaan yang Objektif

Perumusan tujuan, sasaran, dan indikator kinerja tidak didasarkan pada asumsi, tetapi pada data aktual.

2. Meningkatkan Akuntabilitas Kinerja

Data baseline dan tren historis membantu menetapkan target yang realistis dan dapat dipertanggungjawabkan.

3. Mendukung Integrasi Perencanaan dan Penganggaran

Data kebutuhan anggaran, capaian indikator, dan ketersediaan sumber daya membantu OPD merencanakan program secara proporsional.

4. Meminimalkan Risiko Temuan Evaluasi

Renstra berbasis data lebih mudah diverifikasi secara metodologis pada evaluasi kinerja pemerintah, seperti SAKIP.


Prinsip Utama Penyusunan Renstra Perangkat Daerah

Ada beberapa prinsip dasar dalam penyusunan Renstra OPD berbasis data:

  • Evidence-based Planning (perencanaan berbasis bukti)

  • Cascading Indikator dari dokumen RPJMD

  • Konsistensi antar dokumen (RPJMD, Renstra, Renja, RKPD, KUA-PPAS)

  • Relevansi dan keterukuran indikator kinerja

  • Keterlibatan pemangku kepentingan secara partisipatif

  • Kepatuhan pada regulasi seperti Permendagri terkait perencanaan dan SAKIP


Landasan Hukum Penyusunan Renstra OPD

Dalam penyusunan Renstra OPD, instansi pemerintah daerah harus mengacu pada regulasi berikut:

  • Peraturan Menteri Dalam Negeri terkait RPJMD & Renstra OPD

  • Peraturan Bappenas mengenai perencanaan pembangunan

  • Peraturan Saudara Kementerian PANRB mengenai SAKIP

  • Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD)

Untuk referensi resmi, OPD dapat merujuk ke situs Kementerian Dalam Negeri melalui tautan berikut:
➡️ Situs Resmi Kementerian Dalam Negeri


Tahapan Utama Penyusunan Renstra Perangkat Daerah Berbasis Data

Penyusunan Renstra OPD idealnya mengikuti alur berikut:


Analisis Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah

Langkah pertama adalah memahami peran OPD berdasarkan:

  • Peraturan daerah tentang pembentukan perangkat daerah

  • Peraturan kepala daerah

  • Struktur organisasi OPD

  • Keterangan tugas dan fungsi setiap bidang

Dokumen ini menjadi dasar dalam menetapkan tujuan dan sasaran yang tepat.


Analisis Lingkungan Strategis (Internal & Eksternal)

Analisis strategis bertujuan mengidentifikasi seluruh faktor yang memengaruhi kinerja OPD.

1. Analisis Internal

Meliputi:

  • Sumber daya manusia

  • Fasilitas dan infrastruktur

  • Sistem informasi

  • Tata kelola

  • Anggaran

2. Analisis Eksternal

Meliputi:

  • Kebijakan nasional & daerah

  • Kondisi sosial, ekonomi, dan demografi

  • Tantangan global

  • Target RPJMN

  • Isu lintas sektor

Metode analisis yang umum digunakan dalam bimtek:

  • SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat)

  • PESTEL (Political, Economic, Social, Technological, Environment, Legal)

  • Analisis GAP antara kondisi saat ini dan target masa depan


Identifikasi dan Perumusan Isu Strategis

Isu strategis adalah masalah utama yang menjadi prioritas penanganan OPD selama lima tahun. Penetapan isu harus menggunakan:

  • Data pendukung

  • Hasil evaluasi Renstra periode sebelumnya

  • Capaian indikator kinerja

  • Hasil musrenbang

  • Aspirasi publik

Contoh isu strategis Dinas Kesehatan:

Isu Strategis Data Pendukung Penjelasan
Tingginya Angka Kematian Bayi AKB: 21 per 1.000 kelahiran Masih di atas target nasional
Rendahnya Cakupan Imunisasi 78% dari target 90% Risiko KLB meningkat

Perumusan Tujuan dan Sasaran OPD

Tujuan & sasaran OPD harus sejalan dengan cascading dari RPJMD.
Penjabaran indikator dan sasaran harus mendukung sasaran pembangunan daerah, yang dibahas dalam artikel pilar [Bimtek Komprehensif Penyelarasan RPJMD dengan Renstra Perangkat Daerah Sesuai Permendagri Terbaru].

Contoh:

  • Sasaran RPJMD: Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat

  • Sasaran OPD: Meningkatnya akses dan kualitas layanan kesehatan


Penyusunan Indikator Kinerja Berbasis Data

Indikator Renstra OPD wajib memenuhi prinsip SMART:

  • Specific

  • Measurable

  • Achievable

  • Relevant

  • Time-bound

Contoh indikator:

Sasaran OPD Indikator Sumber Data
Meningkatnya layanan kesehatan Cakupan Imunisasi Dasar Dinas Kesehatan, BPS
Meningkatnya kualitas gizi Prevalensi Stunting Dinkes, Studi Nasional

Penetapan Target 5 Tahun Berdasarkan Analisis Data

Penetapan target harus mempertimbangkan:

  • Data baseline

  • Tren historis

  • Standar nasional

  • Benchmarking antar daerah

  • Kemampuan pendanaan

  • Sumber daya manusia

Metode yang digunakan:

  1. Trend Analysis

  2. Forecasting

  3. SAT (Situational Assessment Tools)

  4. Gap Analysis

Contoh tabel penetapan target:

Tahun Baseline Target Keterangan
2025 72% 75% Tren naik
2026 75% 78% Dukungan anggaran meningkat
2027 78% 82% Intervensi program baru

Perumusan Program, Kegiatan, dan Subkegiatan

Program dan kegiatan wajib sesuai nomenklatur nasional dan mendukung pencapaian sasaran Renstra OPD.

Contoh:

Sasaran Program Kegiatan Subkegiatan
Meningkatnya Akses Layanan Program Pelayanan Dasar Peningkatan Layanan Puskesmas Pengadaan alat kesehatan

Penyusunan Rencana Pendanaan Renstra

Perencanaan pendanaan harus memuat:

  • Estimasi kebutuhan anggaran

  • Target kinerja

  • Sumber dana

  • Prioritas tahunan

Contoh tabel:

Program Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5
Peningkatan Layanan 12 M 14 M 15 M 15.5 M 16 M

Integrasi Renstra dengan Dokumen Tahunan (RKPD & Renja)

Renstra OPD menjadi dasar penyusunan dokumen tahunan:

  • RKPD

  • Renja OPD

  • KUA-PPAS

  • RKA

Semua harus konsisten dan saling mendukung.


Integrasi ke Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD)

Tahapan integrasi meliputi:

  • Penyesuaian struktur dokumen

  • Input sasaran, indikator, dan program

  • Pemadanan dengan nomenklatur

  • Pengesahan dokumen final

Informasi lengkap tentang SIPD dapat diperoleh melalui situs Bappenas:
➡️ Situs Resmi Bappenas


Contoh Kasus Nyata: OPD Belum Menggunakan Data

Sebuah dinas pendidikan menetapkan target APK SMA sebesar 96%, tanpa menghitung:

  • Data lulusan SMP

  • Tren kelulusan

  • Ketersediaan SMA

  • Rasio ruang belajar

Akibatnya, target tidak tercapai pada tahun kedua.

Setelah menerapkan perencanaan berbasis data:

  • Target disesuaikan berdasarkan proyeksi penduduk

  • Penambahan ruang belajar diprioritaskan

  • Kolaborasi antar OPD diperkuat

Dalam dua tahun, target 95% tercapai.


Tantangan Umum dalam Penyusunan Renstra OPD

  • Data tidak lengkap/tersebar

  • Kurangnya SDM teknis

  • Minimnya pemanfaatan data statistik

  • Perbedaan pemahaman antar bidang

  • Ketidaksesuaian dengan RPJMD

  • Indikator sulit diukur


Manfaat Mengikuti Bimtek Penyusunan Renstra Berbasis Data

  • Mempercepat proses penyusunan

  • Memastikan konsistensi antar dokumen

  • Mendapatkan template lengkap

  • Mendapatkan contoh indikator sesuai Permendagri

  • Peserta memahami teknik data analysis

  • Menghindari temuan evaluasi SAKIP


FAQ

1. Apa itu Renstra Perangkat Daerah?

Renstra OPD adalah dokumen rencana pembangunan lima tahunan yang berisi visi, misi, tujuan, sasaran, indikator, dan program sesuai tugas dan fungsi OPD.

2. Mengapa Renstra harus berbasis data?

Agar perencanaan lebih realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan secara metodologis dalam evaluasi kinerja.

3. Data apa saja yang digunakan dalam penyusunan Renstra?

Data penduduk, ekonomi, sosial, capaian kinerja, data sektor, data BPS, data OPD, dan hasil evaluasi Renstra sebelumnya.

4. Bagaimana memastikan Renstra selaras dengan RPJMD?

Gunakan cascading indikator dan lakukan pemetaan sasaran sebagaimana dibahas dalam artikel pilar.


Segera ikuti pelatihan intensif penyusunan Renstra OPD berbasis data untuk memastikan perencanaan daerah Anda lebih akurat, terukur, dan sesuai regulasi terbaru.

Sumber Link:
Panduan Praktis Penyusunan Renstra Perangkat Daerah Berbasis Data

author-avatar

Tentang Pusat Diklat Pemerintahan

LINKEU PEMDA merupakan lembaga penyelenggara kegiatan pendidikan, pelatihan, bimbingan teknis, in-house training dan outbound training untuk instansi pemerintahan daerah maupun instansi lainnya seperti BUMN, BUMD, maupun rumah sakit serta perseroan terbatas yang berada di lingkungan pemerintah daerah, baik provinsi, kota, maupun kabupaten.