Bimtek Pemda

Pelatihan Intensif Akreditasi FKTP/RS Standar Terbaru SNARS / KAFKTP

Akreditasi menjadi fondasi penting dalam peningkatan mutu dan keselamatan pasien pada fasilitas pelayanan kesehatan. Baik Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Rumah Sakit (RS), seluruhnya wajib memenuhi standar akreditasi sebagai prasyarat keberlangsungan layanan, kerja sama dengan BPJS Kesehatan, serta kepercayaan masyarakat. Seiring pembaruan regulasi, banyak fasilitas kesehatan masih membutuhkan pendampingan untuk memahami standar terbaru, seperti SNARS Edisi 1.1 / SNARS Edisi terbaru dan KAFKTP (Kerangka Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama).

Melalui Pelatihan Intensif Akreditasi FKTP/RS, tenaga kesehatan, pimpinan, dan tim mutu mendapatkan panduan terstruktur, studi kasus, serta simulasi penyusunan dokumen dan implementasi lapangan sesuai standar mutakhir.


Pengantar Akreditasi Fasilitas Kesehatan

Akreditasi adalah proses penilaian eksternal yang memastikan bahwa fasilitas kesehatan telah memenuhi standar nasional dalam aspek manajemen, pelayanan klinis, mutu, dan keselamatan pasien. Standar terbaru menekankan:

  • Responsivitas terhadap risiko klinis dan nonklin

  • Penguatan keselamatan pasien

  • Bukti implementasi nyata, bukan sekadar dokumen

  • Kesiapan budaya mutu di semua unit kerja

  • Integrasi pelayanan berorientasi pasien

Dengan adanya perubahan regulasi dan sistem penilaian, fasilitas kesehatan perlu mengikuti pelatihan intensif agar dapat menyesuaikan diri dengan cepat serta menghindari kegagalan akreditasi.


Mengapa Pelatihan Intensif Akreditasi Penting bagi FKTP/RS?

1. Standar Terbaru Lebih Ketat dan Komprehensif

Perubahan pada SNARS maupun KAFKTP menuntut pembuktian implementasi, budaya mutu, dan kesinambungan perbaikan. Pelatihan membantu menyamakan persepsi seluruh tim.

2. Meningkatkan Mutu dan Keamanan Pelayanan

Pelatihan memberikan pemahaman mendalam tentang area kritis, seperti:

  • Manajemen risiko klinis

  • Pelaporan insiden keselamatan pasien

  • Tata kelola obat

  • Pencegahan infeksi

  • Clinical pathway dan catatan medis

3. Menjamin Keberlanjutan Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

Akreditasi menjadi salah satu syarat.

4. Menyiapkan Bukti Objektif yang Dibutuhkan Surveyor

Tim akreditasi sering gagal karena:

  • Tidak memahami jenis bukti objektif

  • Tidak mampu menunjukkan implementasi harian

  • Tidak ada mekanisme monitoring dan evaluasi

Pelatihan mengatasi semua hambatan tersebut.


Mengenal Standar SNARS dan KAFKTP

Perbedaan Singkat SNARS dan KAFKTP

Aspek SNARS (RS) KAFKTP (FKTP)
Sasaran Rumah Sakit Puskesmas, Klinik, Pratama
Standar Penilaian Pelayanan klinis, MFK, PMKP, PPI, dll. Tata kelola klinis, UKP, UKM, administrasi manajemen
Penekanan Utama Keselamatan pasien & tata kelola rumah sakit Mutu layanan primer & integrasi UKP–UKM
Bukti Objektif Dokumen, wawancara, observasi Dokumen, implementasi lapangan, indikator mutu dasar
Pendekatan Berbasis risiko Berbasis risiko & masyarakat

Artikel yang Terkait dengan Bimtek ini:

  1. Strategi Implementasi Standar PMKP untuk Akreditasi FKTP/RS

  2. Panduan Praktis Penyusunan Dokumen Akreditasi Berdasarkan KAFKTP

  3. Teknik Efektif Pelaksanaan Program PPI untuk Memenuhi Standar SNARS

  4. Optimalisasi Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien sebagai Bukti Akreditasi

  5. Langkah-Langkah Audit Internal Akreditasi untuk FKTP dan Rumah Sakit

Komponen Utama Pelatihan Intensif Akreditasi FKTP/RS

Pendalaman Standar Baru

Peserta akan mempelajari setiap aspek standar akreditasi, mulai dari regulasi hingga teknis implementasi lapangan.

Simulasi Penyusunan Dokumen Mutu

Termasuk penyusunan:

  • Kebijakan

  • SOP

  • Program kerja

  • Formulir

  • Indikator mutu

  • Laporan insiden

Manajemen Risiko & Keselamatan Pasien

Materi diselaraskan dengan standar nasional dan praktik global WHO.

Penguatan Budaya Mutu

Meliputi:

  • Penerapan PDCA

  • Audit klinis

  • Manajemen perubahan

  • Monitoring harian

Simulasi Survey Akreditasi

Termasuk role-play wawancara surveyor.


Contoh Kasus Nyata

Kasus 1 – FKTP Gagal Re-Akreditasi

Sebuah puskesmas di Jawa Tengah mendapat hasil Tidak Lulus karena:

  • Dokumen SOP tidak diperbarui

  • Tidak ada laporan insiden keselamatan pasien

  • Bukti implementasi program UKM tidak lengkap

Setelah mengikuti pelatihan intensif 4 hari, dilakukan:

  • Revisi dokumen

  • Penyusunan indikator

  • Pelaporan insiden

  • Pelaksanaan audit internal

Saat re-akreditasi berikutnya, FKTP tersebut memperoleh predikat Utama.

Kasus 2 – Rumah Sakit Menghadapi Ketidaksiapan Survey Lapangan

Sebuah rumah sakit tipe D gagal menunjukkan implementasi PPI dan PMKP karena:

  • Tidak ada bukti monitoring

  • Tim mutu pasif

  • Data tidak sinkron antara unit

Setelah mengikuti pendampingan:

  • Dibentuk Komite Mutu baru

  • Dilakukan pelatihan simulasi survey

  • Disusun ulang rencana mutu

Hasilnya, rumah sakit berhasil mempertahankan akreditasi Paripurna.


Materi Inti Pelatihan Akreditasi FKTP/RS

1. Tata Kelola Organisasi & Manajemen

Termasuk:

  • Kepemimpinan efektif

  • Perencanaan strategis

  • Pengelolaan risiko organisasi

  • Penyusunan regulasi

2. Manajemen Mutu Pelayanan

Fokus pada:

  • PMKP

  • Indikator mutu

  • RCA & FMEA

  • Monitoring mutu

3. Keselamatan Pasien

Meliputi:

  • Sasaran Keselamatan Pasien

  • Pelaporan insiden

  • Risiko klinis

  • Analisis akar masalah

Untuk pendalaman, peserta diarahkan ke artikel pilar Bimbingan Teknis Keselamatan Pasien dan Manajemen Risiko FKTP sebagai referensi lanjutan.

4. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)

Termasuk:

  • Kewaspadaan standar

  • APD

  • Program PPI

  • Audit harian

5. Tata Kelola Klinis

Pembahasan:

  • Clinical pathway

  • Rekam medis

  • Tata kelola obat & logistik

  • Continuity of care

6. Pelayanan UKP dan UKM (untuk FKTP)

Fokus pada:

  • Program UKM esensial

  • Analisis wilayah

  • Pelayanan klinis terintegrasi

7. Simulasi Survey Akreditasi

Termasuk:

  • Wawancara

  • Observasi

  • Telusur dokumen

  • Perbaikan cepat


Tabel Rangkuman Kesiapan Akreditasi

Area Kriteria Siap Tanda Tidak Siap
Dokumen SOP lengkap & update Banyak SOP tidak sesuai standar
Implementasi Program berjalan harian Hanya saat menjelang akreditasi
Keselamatan Pasien Pelaporan insiden tersedia Zero incident tanpa bukti
PPI Audit dan monitoring tersedia APD tidak sesuai & tidak terdokumentasi
PMKP Indikator dipantau bulanan Tidak ada laporan evaluasi
Budaya Mutu Rapat rutin, PDCA berjalan Tim mutu pasif

Metode Pelatihan yang Digunakan

Pendekatan Evidence-Based

Materi disusun berdasarkan regulasi terbaru Kemenkes dan standar akreditasi nasional.

Learning by Doing

Peserta langsung menyusun dokumentasi akreditasi.

Simulasi Lapangan

Surveyor internal memerankan role-play.

Mentoring

Peserta mendapatkan sesi konsultasi dengan asesor/pakar akreditasi.


Manfaat Pelatihan Bagi FKTP/RS

  • Mempercepat kesiapan akreditasi

  • Mengurangi risiko ketidaklulusan

  • Meningkatkan mutu pelayanan

  • Mendorong budaya keselamatan pasien

  • Memperkuat tata kelola klinis

  • Meningkatkan kepuasan pasien

  • Memastikan keberlanjutan kerja sama BPJS


Sumber Resmi Terkait Akreditasi

  • Standar akreditasi terbaru dapat dilihat pada Situs Resmi Kementerian Kesehatan RI melalui laman:
    https://kemkes.go.id

  • Informasi kebijakan mutu dan keselamatan pasien juga tersedia di
    SIRS Online Kemenkes: https://sirs.kemkes.go.id


FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apakah pelatihan ini cocok untuk fasilitas yang baru pertama kali menjalani akreditasi?
Ya. Pelatihan dirancang untuk level pemula hingga lanjutan.

2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan akreditasi?
Idealnya 3–6 bulan dengan pendampingan intensif.

3. Apakah peserta akan mendapatkan contoh lengkap dokumen akreditasi?
Ya, peserta menerima template, contoh bukti objektif, serta pedoman penyusunan.

4. Apakah pelatihan membahas simulasi survey?
Ya, terdapat role-play wawancara, observasi, dan penelusuran dokumen.

5. Apakah pelatihan mencakup update standar SNARS/Puskesmas terbaru?
Ya, seluruh standar yang berlaku akan dibahas lengkap.

6. Apakah setelah pelatihan peserta bisa langsung memulai penyusunan dokumen?
Ya, pelatihan mengajarkan langkah praktis dan terstruktur.

7. Apakah cocok untuk semua tipe FKTP dan RS?
Benar, materi dapat disesuaikan dengan konteks fasilitas masing-masing.


Penutup

Siap meningkatkan mutu layanan dan memastikan keberhasilan akreditasi?
Daftarkan instansi Anda sekarang untuk mengikuti Pelatihan Intensif Akreditasi FKTP/RS standar terbaru SNARS dan KAFKTP.

Sumber Link:
Pelatihan Intensif Akreditasi FKTP/RS Standar Terbaru SNARS / KAFKTP

author-avatar

Tentang Pusat Diklat Pemerintahan

LINKEU PEMDA merupakan lembaga penyelenggara kegiatan pendidikan, pelatihan, bimbingan teknis, in-house training dan outbound training untuk instansi pemerintahan daerah maupun instansi lainnya seperti BUMN, BUMD, maupun rumah sakit serta perseroan terbatas yang berada di lingkungan pemerintah daerah, baik provinsi, kota, maupun kabupaten.