Training PSKN

Pentingnya Digitalisasi dalam Layanan Publik BUMN

Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi BUMN dalam menghadirkan layanan publik yang cepat, efisien, dan transparan. Perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan teknologi digital menuntut BUMN untuk menyesuaikan diri agar tetap relevan.

Dengan digitalisasi, proses layanan publik dapat dilakukan lebih cepat, biaya operasional menurun, dan masyarakat mendapatkan akses yang lebih mudah. Transformasi digital di BUMN sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung agenda pemerintah menuju pelayanan publik berbasis teknologi.


Mengapa Digitalisasi Penting bagi BUMN?

Ada beberapa alasan mendasar mengapa digitalisasi layanan publik menjadi penting bagi BUMN:

  • Efisiensi Waktu dan Biaya: Proses manual dapat digantikan dengan sistem otomatis.

  • Transparansi Layanan: Digitalisasi mengurangi peluang praktik birokrasi berbelit.

  • Kepuasan Masyarakat: Akses layanan menjadi lebih cepat dan mudah.

  • Inovasi Berkelanjutan: Membuka peluang pengembangan layanan berbasis teknologi terbaru.

  • Daya Saing Global: BUMN mampu bersaing dengan perusahaan swasta maupun internasional.


Strategi Implementasi Digitalisasi di BUMN

Digitalisasi layanan publik harus dijalankan melalui strategi yang terukur. Beberapa langkah penting antara lain:

  1. Penguatan Infrastruktur Teknologi
    Membangun sistem digital yang andal, aman, dan mudah diakses masyarakat.

  2. Pelatihan SDM
    Memberikan pelatihan rutin agar pegawai BUMN mampu mengoperasikan layanan digital secara optimal.

  3. Kolaborasi dengan Pihak Swasta
    Menggandeng startup teknologi untuk menghadirkan solusi inovatif.

  4. Penguatan Regulasi dan Standar
    Memastikan layanan digital sesuai dengan kebijakan pemerintah dan standar keamanan data.

  5. Evaluasi Berkala
    Menilai efektivitas implementasi digitalisasi melalui survei kepuasan masyarakat.


Contoh Nyata: Transformasi Digital di BUMN

Beberapa BUMN telah membuktikan keberhasilan transformasi layanan publik melalui digitalisasi:

  • PT PLN (Persero): Meluncurkan aplikasi PLN Mobile untuk layanan pelanggan, mulai dari cek tagihan hingga pengaduan.

  • PT KAI (Persero): Menyediakan aplikasi KAI Access untuk pembelian tiket online, check-in digital, hingga pemesanan makanan.

  • PT Pos Indonesia: Mengembangkan PosAja! untuk layanan pengiriman berbasis digital yang lebih cepat dan efisien.

Transformasi ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membawa citra positif bagi BUMN.


Tabel: Perbandingan Layanan Manual vs Digital

Aspek Layanan Manual Layanan Digital
Proses Lambat, birokratis Cepat, otomatis
Akses Masyarakat Terbatas, harus ke kantor Luas, bisa diakses kapan saja
Transparansi Minim, rawan kesalahan Tinggi, tercatat otomatis
Biaya Operasional Tinggi, banyak kertas & tenaga Rendah, efisien dengan teknologi
Kepuasan Publik Relatif rendah Lebih tinggi dengan layanan cepat

Dampak Digitalisasi terhadap Kepuasan Masyarakat

Digitalisasi memberikan dampak nyata pada kepuasan masyarakat, antara lain:

  • Waktu lebih singkat untuk mengurus layanan.

  • Akses lebih luas tanpa terikat lokasi dan jam kerja.

  • Kemudahan komunikasi melalui aplikasi atau kanal digital.

  • Kualitas pelayanan meningkat, sehingga kepercayaan terhadap BUMN juga naik.

Hal ini sejalan dengan tujuan dari Pelatihan Layanan Publik BUMN: Meningkatkan Kualitas dan Kepuasan Masyarakat, yang menekankan pentingnya digitalisasi untuk memberikan pelayanan publik prima.


Sinergi dengan Program Pemerintah

Transformasi digital di BUMN mendukung program pemerintah dalam menciptakan pelayanan publik berbasis elektronik (SPBE). Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus mendorong percepatan digitalisasi layanan publik di berbagai sektor.


Tantangan Digitalisasi di Layanan Publik BUMN

Meski membawa banyak manfaat, digitalisasi juga menghadapi beberapa tantangan:

  • Kesenjangan Digital: Tidak semua masyarakat memiliki akses internet stabil.

  • Keamanan Data: Ancaman siber terhadap data masyarakat harus diantisipasi.

  • Resistensi Internal: Ada pegawai yang masih kesulitan beradaptasi dengan teknologi.

  • Biaya Investasi Awal: Pembangunan infrastruktur digital memerlukan dana besar.


Solusi Menghadapi Tantangan Digitalisasi

Untuk mengatasi tantangan tersebut, BUMN dapat melakukan beberapa solusi:

  • Menyediakan program literasi digital bagi masyarakat.

  • Memperkuat sistem keamanan data dengan standar internasional.

  • Memberikan pelatihan intensif bagi karyawan.

  • Melakukan investasi bertahap dengan prioritas layanan vital.


FAQ

1. Mengapa digitalisasi penting dalam layanan publik BUMN?
Karena digitalisasi membuat layanan lebih cepat, transparan, efisien, dan meningkatkan kepuasan masyarakat.

2. Apa contoh digitalisasi yang sudah dilakukan BUMN?
Aplikasi PLN Mobile, KAI Access, dan PosAja! merupakan contoh layanan digital dari BUMN.

3. Apa tantangan utama dalam digitalisasi BUMN?
Kesenjangan akses internet, keamanan data, dan kesiapan SDM menjadi tantangan utama.

4. Bagaimana cara masyarakat merasakan manfaat digitalisasi?
Dengan layanan yang lebih cepat, mudah diakses kapan saja, serta lebih transparan.


Kesimpulan

Digitalisasi layanan publik BUMN adalah langkah strategis yang membawa banyak manfaat, baik bagi perusahaan maupun masyarakat. Dengan transformasi digital, BUMN dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, efisien, dan transparan.

Namun, implementasi digitalisasi perlu disertai dengan penguatan infrastruktur, pelatihan SDM, serta keamanan data. Dengan sinergi antara BUMN dan pemerintah, layanan publik berbasis digital akan menjadi pilar utama dalam meningkatkan kualitas dan kepuasan masyarakat.


Mari dukung transformasi digital layanan publik BUMN untuk membangun masa depan yang lebih efisien, modern, dan berdaya saing global.

Sumber Link:

Pentingnya Digitalisasi dalam Layanan Publik BUMN

author-avatar

Tentang Pusat Diklat Pemerintahan

LINKEU PEMDA merupakan lembaga penyelenggara kegiatan pendidikan, pelatihan, bimbingan teknis, in-house training dan outbound training untuk instansi pemerintahan daerah maupun instansi lainnya seperti BUMN, BUMD, maupun rumah sakit serta perseroan terbatas yang berada di lingkungan pemerintah daerah, baik provinsi, kota, maupun kabupaten.