Pusdiklat Pemda

Peran Atasan dalam Meningkatkan Kualitas Penilaian SKP

Penilaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) merupakan instrumen utama dalam sistem manajemen kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Kualitas penilaian SKP sangat menentukan objektivitas penilaian kinerja, keadilan dalam sistem kepegawaian, serta efektivitas pencapaian tujuan organisasi. Di balik proses tersebut, atasan langsung memiliki peran yang sangat strategis dan menentukan.

Dalam praktik birokrasi, kualitas penilaian SKP sering kali tidak optimal bukan karena kelemahan sistem, melainkan karena peran atasan belum dijalankan secara maksimal. Artikel ini membahas secara komprehensif peran atasan dalam meningkatkan kualitas penilaian SKP, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga tindak lanjut hasil penilaian.


Posisi Strategis Atasan dalam Sistem Penilaian SKP

Atasan langsung adalah pihak yang paling memahami konteks kerja, beban tugas, serta tantangan yang dihadapi ASN sehari-hari. Oleh karena itu, atasan memiliki otoritas sekaligus tanggung jawab untuk memastikan penilaian kinerja dilakukan secara objektif dan akuntabel.

Peran strategis atasan meliputi:

  • Menyetujui dan mengarahkan penyusunan SKP

  • Melakukan dialog kinerja secara berkala

  • Memvalidasi evidence kinerja

  • Memberikan penilaian yang adil dan transparan

Tanpa keterlibatan aktif atasan, SKP berpotensi hanya menjadi dokumen administratif tahunan.


Permasalahan Umum dalam Penilaian SKP oleh Atasan

Sebelum membahas strategi perbaikan, penting untuk memahami berbagai permasalahan yang sering terjadi di lapangan.

Beberapa permasalahan umum antara lain:

  • Penilaian dilakukan hanya di akhir tahun tanpa proses monitoring

  • Nilai diberikan secara “rata” tanpa diferensiasi kinerja

  • Kurangnya umpan balik kinerja selama periode berjalan

  • Atasan kurang memahami indikator dan evidence kinerja

Permasalahan ini berdampak pada rendahnya kualitas penilaian SKP dan menurunnya kepercayaan ASN terhadap sistem penilaian.


Peran Atasan pada Tahap Penyusunan SKP

Mengarahkan Penyusunan SKP yang Selaras Organisasi

Peran pertama atasan dimulai sejak tahap penyusunan SKP. Atasan harus memastikan bahwa SKP ASN selaras dengan:

  • Sasaran kinerja unit kerja

  • Rencana strategis organisasi

  • Perjanjian kinerja pimpinan

Dengan demikian, kinerja individu ASN akan berkontribusi langsung terhadap capaian organisasi.


Memastikan Indikator Kinerja Terukur

Atasan bertanggung jawab menilai apakah indikator kinerja yang disusun ASN sudah:

Indikator yang tidak terukur akan menyulitkan proses penilaian di akhir periode.


Menyepakati Target dan Evidence Kinerja

Atasan perlu terlibat dalam kesepakatan target kinerja dan jenis evidence yang akan digunakan. Kesepakatan ini penting untuk mencegah perbedaan persepsi saat penilaian dilakukan.


Peran Atasan dalam Pelaksanaan dan Monitoring Kinerja

Melakukan Dialog Kinerja Berkala

Penilaian kinerja yang berkualitas tidak dilakukan secara tiba-tiba di akhir tahun. Atasan perlu melakukan dialog kinerja secara berkala untuk:

  • Memantau progres capaian SKP

  • Mengidentifikasi kendala kinerja

  • Memberikan arahan dan solusi

Dialog kinerja menciptakan hubungan kerja yang konstruktif antara atasan dan ASN.


Memberikan Coaching dan Umpan Balik

Atasan berperan sebagai coach yang membantu ASN meningkatkan kinerjanya. Umpan balik yang diberikan harus bersifat:

  • Objektif

  • Konstruktif

  • Berorientasi perbaikan

Dengan coaching yang tepat, ASN memiliki kesempatan memperbaiki kinerja sebelum penilaian akhir.


Peran Atasan dalam Validasi Evidence Kinerja

Evidence kinerja menjadi dasar utama penilaian SKP. Atasan memiliki peran penting dalam memastikan evidence yang digunakan:

Validasi evidence secara berkala akan mencegah penumpukan bukti di akhir tahun dan meningkatkan kualitas penilaian.


Peran Atasan pada Tahap Penilaian Akhir SKP

Menilai Kinerja Secara Objektif dan Adil

Atasan harus menilai kinerja berdasarkan:

Penilaian tidak boleh didasarkan pada faktor subjektif atau kedekatan personal.


Menghindari Penilaian Seragam

Salah satu kesalahan umum adalah memberikan nilai yang sama kepada semua ASN tanpa mempertimbangkan perbedaan kinerja. Atasan perlu berani memberikan nilai yang mencerminkan kinerja sebenarnya.


Mendokumentasikan Hasil Penilaian

Hasil penilaian SKP harus didokumentasikan dengan jelas dan dapat ditelusuri. Dokumentasi ini penting sebagai dasar pengambilan keputusan kepegawaian.


Tabel Peran Atasan dalam Setiap Tahap SKP

Tahap SKP Peran Atasan Dampak
Penyusunan Mengarahkan indikator & target SKP selaras organisasi
Pelaksanaan Monitoring & coaching Kinerja terjaga
Evaluasi Validasi evidence Penilaian objektif
Penilaian Memberi nilai adil Kepercayaan ASN

Peran strategis atasan dalam meningkatkan kualitas penilaian SKP ASN agar objektif, adil, berbasis kinerja, dan sesuai kebijakan.


Dampak Positif Peran Atasan yang Optimal

Ketika atasan menjalankan perannya dengan baik, dampak positif yang dihasilkan antara lain:

  • Penilaian kinerja lebih objektif

  • ASN termotivasi meningkatkan kinerja

  • Konflik penilaian dapat diminimalkan

  • Kinerja organisasi meningkat

Peran atasan menjadi faktor kunci keberhasilan sistem manajemen kinerja ASN.


Penguatan Kapasitas Atasan dalam Penilaian SKP

Tidak semua atasan memiliki pemahaman dan keterampilan teknis dalam menilai SKP. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas atasan menjadi kebutuhan penting.

Salah satu upaya strategis adalah melalui Pelatihan Penyusunan SKP & Evidence Kinerja 2026, yang membekali pimpinan dan atasan langsung dengan pemahaman kebijakan, teknik penilaian, serta praktik terbaik dalam manajemen kinerja ASN.


Kebijakan Pemerintah Terkait Peran Atasan dalam Penilaian SKP

Peran atasan dalam penilaian SKP diatur dalam kebijakan manajemen kinerja ASN. Informasi resmi dapat diakses melalui:

Manajemen Kinerja ASN – Badan Kepegawaian Negara (BKN)
https://www.bkn.go.id

Rujukan resmi ini menjadi dasar penting agar penilaian SKP dilaksanakan sesuai ketentuan.


Tantangan Atasan dalam Penilaian SKP

Beberapa tantangan yang sering dihadapi atasan antara lain:

  • Jumlah bawahan yang banyak

  • Keterbatasan waktu

  • Beban administratif tinggi

  • Perbedaan persepsi kinerja

Menghadapi tantangan tersebut diperlukan sistem yang jelas dan dukungan organisasi.


FAQ Seputar Peran Atasan dalam Penilaian SKP

Apakah atasan wajib melakukan dialog kinerja?
Ya, dialog kinerja merupakan bagian penting dari manajemen kinerja ASN.

Bagaimana jika ASN tidak setuju dengan nilai SKP?
Atasan perlu menjelaskan dasar penilaian berdasarkan indikator dan evidence kinerja.

Apakah atasan dapat mengubah SKP ASN?
Perubahan SKP dapat dilakukan melalui kesepakatan bersama sesuai ketentuan.

Apakah semua atasan sudah memahami penilaian SKP?
Belum tentu, sehingga pelatihan dan pendampingan sangat diperlukan.


Penutup

Peran atasan merupakan faktor penentu dalam meningkatkan kualitas penilaian SKP ASN. Dengan keterlibatan aktif sejak tahap penyusunan hingga evaluasi, atasan dapat memastikan bahwa penilaian kinerja berjalan objektif, adil, dan berbasis bukti.

Optimalisasi peran atasan tidak hanya meningkatkan kualitas SKP, tetapi juga membangun budaya kerja yang transparan, profesional, dan berorientasi hasil di lingkungan birokrasi.


Perkuat peran atasan dalam manajemen kinerja ASN, tingkatkan kualitas penilaian SKP secara objektif dan berbasis bukti, serta dorong peningkatan kinerja aparatur melalui pembinaan dan pelatihan yang berkelanjutan agar organisasi semakin unggul dan akuntabel.

Sumber Link: Peran Atasan dalam Meningkatkan Kualitas Penilaian SKP

author-avatar

Tentang Pusat Diklat Pemerintahan

LINKEU PEMDA merupakan lembaga penyelenggara kegiatan pendidikan, pelatihan, bimbingan teknis, in-house training dan outbound training untuk instansi pemerintahan daerah maupun instansi lainnya seperti BUMN, BUMD, maupun rumah sakit serta perseroan terbatas yang berada di lingkungan pemerintah daerah, baik provinsi, kota, maupun kabupaten.