Pusdiklat Pemda

Peran e-Catalog Nasional dan Daerah untuk Efisiensi Pengadaan BLUD

Pengadaan barang/jasa pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) merupakan salah satu aspek vital dalam menunjang kelancaran layanan publik. Seiring terbitnya Perpres 46 Tahun 2025, pengadaan barang/jasa di BLUD diarahkan untuk lebih transparan, efisien, dan akuntabel melalui pemanfaatan teknologi digital.

Salah satu instrumen utama yang digunakan adalah e-Catalog, baik nasional maupun daerah. Keberadaan e-Catalog tidak hanya mempermudah proses pengadaan, tetapi juga meningkatkan efisiensi anggaran serta memperluas akses penyedia lokal untuk berpartisipasi dalam sistem pengadaan pemerintah.

Untuk panduan lebih luas mengenai regulasi pengadaan BLUD, Anda dapat membaca artikel Bimtek: Pengadaan Barang/Jasa BLUD Sesuai Perpres 46/2025 – e-Purchasing & e-Catalog BLUD


Apa Itu e-Catalog Nasional dan Daerah?

e-Catalog Nasional adalah sistem daftar elektronik yang dikelola oleh LKPP yang berisi informasi produk, jasa, harga, dan penyedia yang berlaku secara nasional.

e-Catalog Daerah adalah sistem yang dikelola oleh pemerintah daerah dengan tujuan menyediakan daftar barang/jasa sesuai kebutuhan spesifik wilayah, termasuk penyedia lokal yang belum masuk dalam e-Catalog nasional.

Keduanya berfungsi sebagai instrumen utama dalam mekanisme e-Purchasing, yang memungkinkan BLUD membeli barang/jasa secara langsung melalui sistem elektronik.

Untuk informasi resmi mengenai e-Catalog, Anda dapat merujuk ke situs LKPP RI.


Perbedaan e-Catalog Nasional dan Daerah

Aspek e-Catalog Nasional e-Catalog Daerah
Pengelola LKPP (Pusat) Pemerintah Daerah
Cakupan Skala Nasional Skala Lokal/Regional
Jenis Barang/Jasa Produk umum dan standar nasional Produk spesifik kebutuhan daerah
Penyedia Penyedia terdaftar secara nasional Penyedia lokal daerah
Fleksibilitas Terbatas pada aturan pusat Lebih fleksibel sesuai kebutuhan lokal

Manfaat e-Catalog untuk Pengadaan BLUD

Penggunaan e-Catalog nasional dan daerah memberikan banyak manfaat bagi BLUD, di antaranya:

  • Efisiensi Anggaran: harga sudah terstandarisasi dan kompetitif.

  • Transparansi Proses: meminimalisir peluang kecurangan.

  • Akses Cepat: proses pengadaan lebih singkat dibanding metode manual.

  • Kualitas Terjamin: produk dan jasa sudah terverifikasi oleh LKPP atau pemda.

  • Pemberdayaan Lokal: e-Catalog daerah memberi ruang bagi penyedia lokal untuk berkontribusi.


Strategi BLUD dalam Memanfaatkan e-Catalog

Agar implementasi e-Catalog berjalan optimal, BLUD perlu menerapkan strategi berikut:

  1. Perencanaan Berbasis Kebutuhan

  2. Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah

  3. Peningkatan Kapasitas SDM BLUD

  4. Integrasi dengan e-Purchasing


Contoh Kasus Implementasi

Kasus BLUD Rumah Sakit Daerah di Kalimantan Timur
RSUD memerlukan pengadaan alat kesehatan dengan spesifikasi khusus yang tidak tersedia di e-Catalog nasional. Melalui koordinasi dengan pemda, alat tersebut dimasukkan ke e-Catalog daerah. Hasilnya, rumah sakit dapat memperoleh produk sesuai kebutuhan dengan harga kompetitif, sekaligus memberdayakan penyedia lokal.

Kasus BLUD Pendidikan di Jawa Barat
Sebuah BLUD pendidikan memanfaatkan e-Catalog daerah untuk pengadaan buku digital dari penerbit lokal. Prosesnya lebih cepat, transparan, dan mendukung literasi digital daerah.


Tantangan Penggunaan e-Catalog

Meskipun memberi banyak manfaat, BLUD menghadapi sejumlah tantangan dalam penggunaan e-Catalog, antara lain:

  • Keterbatasan produk yang belum tersedia di e-Catalog nasional maupun daerah.

  • Kurangnya partisipasi penyedia lokal karena keterbatasan informasi atau persyaratan administrasi.

  • Kendala teknis seperti akses internet yang terbatas di beberapa daerah.

  • Kesiapan SDM BLUD yang belum sepenuhnya menguasai mekanisme e-Catalog.


Solusi untuk Mengoptimalkan e-Catalog

Untuk menghadapi tantangan tersebut, beberapa solusi yang bisa diterapkan antara lain:

  • Mendorong UMKM lokal agar mendaftar ke e-Catalog daerah.

  • Melakukan Bimtek pengadaan BLUD secara rutin untuk SDM.

  • Menyediakan dukungan teknis dari pemerintah daerah.

  • Memanfaatkan kombinasi e-Catalog nasional dan daerah sesuai kebutuhan.


Dampak Positif e-Catalog terhadap BLUD

Dengan pemanfaatan e-Catalog nasional dan daerah, BLUD memperoleh dampak positif yang signifikan:

  • Penghematan Anggaran: pengadaan lebih hemat hingga 15–20%.

  • Percepatan Layanan: kebutuhan barang/jasa bisa dipenuhi lebih cepat.

  • Transparansi Tinggi: data harga dan penyedia dapat diakses publik.

  • Peningkatan Kualitas Layanan Publik: barang/jasa sesuai standar meningkatkan mutu pelayanan BLUD.


FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apa bedanya e-Catalog nasional dan e-Catalog daerah?
e-Catalog nasional dikelola LKPP untuk produk berskala nasional, sedangkan e-Catalog daerah dikelola pemda untuk produk lokal dan kebutuhan spesifik daerah.

2. Apakah BLUD wajib menggunakan e-Catalog?
Ya, sesuai Perpres 46/2025, BLUD diwajibkan memprioritaskan pengadaan melalui e-Catalog sebelum menggunakan metode pengadaan lain.

3. Bagaimana cara penyedia lokal masuk ke e-Catalog daerah?
Penyedia lokal dapat mendaftar melalui sistem yang disiapkan pemerintah daerah dengan memenuhi persyaratan administratif dan teknis.

4. Apakah e-Catalog hanya untuk barang, atau juga mencakup jasa?
e-Catalog mencakup keduanya, baik barang maupun jasa, selama sudah diverifikasi dan dimasukkan dalam sistem.


Kesimpulan

e-Catalog nasional dan daerah memiliki peran strategis dalam mendukung efisiensi pengadaan BLUD. Dengan memanfaatkan keduanya secara optimal, BLUD dapat memperoleh barang/jasa dengan lebih cepat, transparan, dan hemat anggaran.

Selain itu, e-Catalog daerah memberi ruang besar bagi penyedia lokal untuk ikut serta dalam sistem pengadaan, yang pada akhirnya juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan strategi yang tepat, sinergi antara e-Catalog nasional dan daerah akan menjadi kunci sukses pengadaan BLUD di era digital sesuai amanat Perpres 46/2025.


Ingin pengadaan BLUD lebih cepat, transparan, dan hemat anggaran? Ikuti pelatihan Bimtek e-Catalog nasional dan daerah untuk penguatan pengadaan BLUD yang profesional.

Sumber Link: Peran e-Catalog Nasional dan Daerah untuk Efisiensi Pengadaan BLUD

author-avatar

Tentang Pusat Diklat Pemerintahan

LINKEU PEMDA merupakan lembaga penyelenggara kegiatan pendidikan, pelatihan, bimbingan teknis, in-house training dan outbound training untuk instansi pemerintahan daerah maupun instansi lainnya seperti BUMN, BUMD, maupun rumah sakit serta perseroan terbatas yang berada di lingkungan pemerintah daerah, baik provinsi, kota, maupun kabupaten.