Pusdiklat Pemda

Tantangan & Solusi Pengadaan Barang/Jasa BLUD di Era Digital

Transformasi digital dalam sektor publik, termasuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), telah membawa perubahan besar dalam sistem pengadaan barang/jasa. Kehadiran e-Purchasing dan e-Catalog membuka peluang efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas. Namun, era digital juga menghadirkan berbagai tantangan seperti keamanan data, integrasi sistem, hingga kompetensi sumber daya manusia.

Artikel ini akan membahas secara komprehensif tantangan & solusi pengadaan barang/jasa BLUD di era digital, dengan mengaitkan regulasi terbaru, praktik implementasi, serta strategi yang dapat diterapkan oleh manajemen BLUD

Dalam konteks regulasi terbaru, digitalisasi semakin relevan sebagaimana dibahas pada artikel Bimtek: Pengadaan Barang/Jasa BLUD Sesuai Perpres 46/2025 – e-Purchasing & e-Catalog BLUD


Mengapa Transformasi Digital Penting bagi BLUD?

Transformasi digital bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis bagi BLUD dalam meningkatkan kualitas layanan publik.

Beberapa alasan mengapa digitalisasi penting bagi pengadaan barang/jasa BLUD:

  • Efisiensi waktu dan biaya melalui e-Purchasing.

  • Transparansi dalam setiap tahapan pengadaan.

  • Akses informasi real-time dari e-Catalog nasional maupun daerah.

  • Integrasi sistem keuangan BLUD dengan sistem pemerintah daerah.


Tantangan Utama dalam Pengadaan Barang/Jasa BLUD di Era Digital

1. Keterbatasan SDM yang Melek Digital

Banyak pegawai BLUD masih belum terbiasa menggunakan aplikasi e-Purchasing atau memanfaatkan e-Catalog dengan optimal.

2. Keterbatasan Infrastruktur Teknologi

Tidak semua BLUD memiliki perangkat keras dan jaringan internet yang memadai untuk mendukung sistem pengadaan berbasis digital.

3. Isu Keamanan dan Perlindungan Data

Serangan siber, kebocoran data, hingga penyalahgunaan akses menjadi risiko serius.

4. Integrasi Sistem Pengadaan dengan Keuangan

Beberapa BLUD masih kesulitan mengintegrasikan sistem pengadaan dengan sistem informasi keuangan daerah.

5. Keterbatasan Penyedia Barang/Jasa di e-Catalog

Belum semua kebutuhan layanan kesehatan maupun layanan publik tersedia lengkap dalam e-Catalog.


Solusi Strategis Menghadapi Tantangan

Tantangan Solusi Strategis
SDM belum melek digital Program bimtek dan pelatihan rutin
Infrastruktur lemah Investasi pada jaringan & perangkat
Keamanan data Penerapan standar ISO keamanan informasi
Integrasi sistem Implementasi aplikasi terintegrasi SIMDA BLUD
Keterbatasan penyedia Dorong UMKM lokal masuk e-Catalog daerah

Pengadaan Barang/Jasa BLUD di era digital menghadapi tantangan kompleks. Temukan solusi strategis melalui e-Purchasing & e-Catalog BLUD.


Optimalisasi e-Purchasing dan e-Catalog untuk BLUD

Agar BLUD mampu menghadapi era digital dengan baik, perlu ada langkah-langkah optimalisasi, antara lain:

  • Memperkuat regulasi internal agar sejalan dengan Perpres 46/2025.

  • Menggunakan e-Catalog nasional untuk barang/jasa berskala besar.

  • Menggunakan e-Catalog daerah untuk mendukung penyedia lokal.

  • Menerapkan monitoring online untuk mencegah penyalahgunaan wewenang.

External link: Informasi lebih lanjut terkait sistem pengadaan nasional dapat diakses melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).


Studi Kasus: BLUD Rumah Sakit Daerah

Sebuah RSUD di Jawa Tengah mengadopsi e-Purchasing melalui e-Catalog untuk pengadaan obat-obatan. Hasilnya:

  • Waktu pengadaan berkurang 40%.

  • Transparansi meningkat karena harga obat dapat dibandingkan langsung.

  • Efisiensi biaya hingga Rp2 miliar dalam satu tahun anggaran.


Rekomendasi Strategis untuk Masa Depan

  • Penguatan literasi digital bagi pegawai BLUD.

  • Pengembangan e-Catalog daerah untuk memperluas produk dan penyedia.

  • Integrasi penuh dengan sistem keuangan daerah untuk akuntabilitas.

  • Audit teknologi informasi berkala untuk menjaga keamanan sistem.


FAQ

1. Apa tantangan terbesar pengadaan barang/jasa BLUD di era digital?
Kendala terbesar adalah keterbatasan SDM digital dan infrastruktur teknologi di daerah.

2. Bagaimana e-Catalog mendukung efisiensi pengadaan BLUD?
e-Catalog memudahkan BLUD mendapatkan harga terbaik secara transparan dan cepat.

3. Apakah semua BLUD wajib menggunakan e-Purchasing?
Ya, sesuai regulasi terbaru, e-Purchasing menjadi prioritas untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.

4. Apa solusi untuk keterbatasan penyedia di e-Catalog?
Pemerintah daerah dapat mendorong UMKM lokal untuk masuk ke e-Catalog daerah.


Penutup

Digitalisasi pengadaan barang/jasa BLUD adalah keniscayaan. Tantangan memang ada, mulai dari SDM hingga infrastruktur, namun solusi juga tersedia jika diterapkan dengan konsisten. Dengan optimalisasi e-Purchasing dan e-Catalog, BLUD dapat menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, efisien, dan transparan.

Segera ikuti pelatihan agar BLUD Anda siap menghadapi transformasi digital pengadaan barang/jasa.

Sumber Link: Tantangan & Solusi Pengadaan Barang/Jasa BLUD di Era Digital

author-avatar

Tentang Pusat Diklat Pemerintahan

LINKEU PEMDA merupakan lembaga penyelenggara kegiatan pendidikan, pelatihan, bimbingan teknis, in-house training dan outbound training untuk instansi pemerintahan daerah maupun instansi lainnya seperti BUMN, BUMD, maupun rumah sakit serta perseroan terbatas yang berada di lingkungan pemerintah daerah, baik provinsi, kota, maupun kabupaten.